Arsip tema sepekan

Bagikan artikel ini :

Triumph Over Temptation (Kemenangan atas Pencobaan)

Matius 4:1-11

EKSPRESI PRIBADI

Kapan terakhir kali Anda mengalami godaan/pencobaan hidup?

Kadang ada orang yang membedakan antara godaan dengan pencobaan. Banyak orang berpandangan bahwa pencobaan bertujuan untuk menguji atau Melaku kan tes terhadap kondisi seseorang, sedangkan godaan bertujuan untuk secara sengaja merusak atau menghancurkan kondisi seseorang. Namun, terlepas dari perbedaan pengertian semacam ini, baik godaan maupun pencobaan pada dasarnya menempatkan seseorang pada suatu titik krisis/sulit dalam hidup untuk bersikap benar atau salah dalam menghadapi  kondisi hidup tersebut.

Terlebih khusus di dalam zaman saat ini, Kita hidup di zaman di mana pencobaan datang tanpa kita undang. Notifikasi muncul setiap menit, keinginan untuk diakui semakin besar, tekanan untuk “cepat berhasil” makin kuat. Pada akhirnya kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang menguji integritas, keinginan, dan kesetiaan kita—sering kali dalam bentuk yang halus dan tidak tampak sebagai “dosa besar”.

EKSPLORASI FIRMAN

Tuhan Yesus pun menghadapi pencobaan sebelum Dia memulai pelayanan-Nya. Pencobaan-pencobaan yang dihadapi oleh Kristus menjadi penggambaran cobaan dan godaan yang sering kita hadapi saat ini. Dan bahayanya, iblis selalu tahu titik lemah kita. Karena itu jika kita tidak waspada maka kita akan dengan mudah jatuh kedalam godaan dan pencobaan si jahat. Pertanyaannya bagaimana kita bisa menang menghadapi setiap pencobaan yang datang mencobai kita?

  1. Menang dengan Firman Tuhan

Setiap kali dicobai, Yesus menjawab: “Ada tertulis…” Tuhan Yesus tidak berdebat panjang, tidak mengikuti alur logika Iblis. Ia langsung kembali kepada Firman. Jadi prinsipnya: Pencobaan sering menyerang pikiran terlebih dahulu. Jika pikiran kita tidak dipenuhi kebenaran, kita mudah disesatkan oleh pembenaran yang diputar balikan si iblis.

Hari ini pencobaan bisa berbentuk: kompromi kecil dalam pekerjaan, hubungan yang tidak sehat, ambisi yang menggeser Tuhan, ataupun keinginan instan tanpa proses. Tanpa dasar Firman, semua itu bisa terasa “wajar”. Karena itu kita harus selalu menjadi Firman Tuhan menjadi standard hidup kita, sehingga apapun bentuk godaan/cobaan yang kita hadapi, kita tidak akan mudah disesatkan.

  1. Memiliki identitas yang jelas

Kita melihat bersama dua kali Iblis berkata, “Jika Engkau Anak Allah…” Serangan utama adalah pada identitas. Padahal sebelum masuk padang gurun, Yesus sudah diteguhkan oleh Bapa sebagai Anak yang dikasihi. Iblis mencoba membuat Yesus membuktikan sesuatu yang sebenarnya sudah pasti.

Banyak pencobaan muncul saat kita merasa: tidak dihargai, tidak cukup berhasil, ataupun pada saat kita tidak cukup diperhatikan. Dan ketika identitas goyah, kita tergoda untuk: mencari validasi instan, mengambil jalan pintas dan terus berusaha membuktikan diri dengan cara yang salah. Namun jika kita sadar bahwa kita adalah anak Allah yang dikasihi, kita tidak perlu kompromi untuk merasa berarti. Karena Identitas yang kokoh menghasilkan keteguhan dalam pencobaan.

  1. Menang dengan Ketaatan, bukan jalan pintas

Iblis menawarkan; roti instan, perlindungan instan dan kuasa instan. Semua tanpa proses. Tetapi Tuhan Yesus menolak jalan pintas. Ia memilih taat pada waktu dan cara Allah. Tuhan Yesus memang akan menerima segala kuasa dan kemuliaan. Tetapi bukan melalui jalan kompromi, melainkan melalui salib. Iblis menawarkan mahkota tanpa salib, kuasa tanpa penderitaan, dan hasil tanpa proses. Hari ini pencobaan sering datang dalam bentuk shortcut: sukses tanpa integritas, popularitas tanpa karakter, atau pelayanan tanpa kedewasaan. Secara lahiriah mungkin terlihat berhasil. Namun di dalam, karakter perlahan retak.  Allah lebih tertarik membentuk hati kita daripada mempercepat pencapaian kita.

Jika Yesus menerima tawaran Iblis, mungkin Ia terlihat “berhasil” lebih cepat.

Tetapi misi penebusan tidak akan terjadi. Tuhan Yesus memilih salib sebelum mahkota. Dan justru melalui salib itulah kemenangan terbesar terjadi.

Ketaatan memang sering terasa lebih lambat, tetapi selalu menghasilkan kemurnian hati.

APLIKASI KEHIDUPAN

(PROFIL MURID : KRISTUS, KARAKTER, KOMUNITAS, KELUARGA & KESAKSIAN)

PENDALAMAN

Dalam situasi apa akhir-akhir ini Anda paling mudah tergoda untuk mengambil jalan pintas? Godaan apa yang sering membuat kita jatuh dalam dosa?

PENERAPAN

Apakah respons Anda lebih sering dipimpin oleh Firman Tuhan atau oleh perasaan dan tekanan situasi?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain. Mintalah Roh Kudus untuk memampukan setiap anggota untuk mau menjadi alat untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus