Bagikan artikel ini :

Orang Muda Mencari Kehendak Tuhan (3)

2 Tawarikh 34:29-35:6, 16-19

Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
- Amos 5:4

Di bagian sebelumnya, kita telah melihat bagaimana gulungan kitab Taurat yang ditemukan di bait Allah membuat Yosia menyadari dosa leluhurnya dan kegentingan yang akan dihadapi generasinya. Puji Tuhan, atas perantaraan Nabiah Hulda, Tuhan berfirman bahwa Dia akan meluputkan generasi Yosia dari kehancuran yang menanti.

Jadi, apa yang dilakukan Hosia? Ia mengumpulkan semua penduduk kerajaan Yehuda Selatan dan menyuruh mereka untuk bersama-sama dengannya mengadakan perjanjian bahwa mereka akan mengikuti Tuhan (34:29-33). Selanjutnya, ia juga mengadakan perayaan Paskah (35:1-6). Di dalam perayaan Paskah tersebut, para imigran dari kerajaan Israel Utara yang telah dihancurkan Asyur juga ikut berpartisipasi. Dengan kata lain, Paskah ini tidak hanya meriah, tetapi juga melibatkan kesepuluh suku yang terpisah dari mereka ketika kerajaan Israel terpecah. Sebagaimana dahulu pun mereka adalah bagian dari satu kerajaan yang sama, kini mereka dapat merasakan cicipan persatuan keduabelas suku Israel yang dialami di masa pemerintahan Daud dan Salomo. Itulah sebabnya penulis Alkitab menambahkan komentar demikian: Paskah semacam itu tidak pernah lagi dirayakan di Israel sejak nabi Samuel (35:18). Sungguh luar biasa reformasi yang dilakukan Yosia. Ini semua karena ia tekun mencari Tuhan.

Bagaimana dengan kita, khususnya yang masih muda? Banyak anak muda yang sok membawa perubahan, entahkah di kampus, di tempat kerja, di gereja, bahkan di negaranya. Hal-hal ini dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya boikot hal-hal tertentu untuk menyuarakan protesnya, membuat konten-konten media sosial yang menggiring opini, melakukan mogok kerja, demonstrasi, dan lain sebagainya. Pertanyaannya, apakah semua ini benar? Apakah perubahan ini didasarkan pada kehendak Tuhan untuk mencapai hal yang lebih baik atau didorong oleh kepentingan dan ego pribadi?

Itulah sebabnya sangat penting bagi kita yang muda untuk mencari Tuhan. Masa depan dan perubahan ada di tangan kita. Yang patut direnungkan, apakah kita siap ketika tongkat estafet itu berpindah ke tangan kita? Seringkali kita merebut tongkat tersebut sebelum waktunya, kemudian malah berlari melanggar lajur lintasan lari. Sebelum bermimpi mengadakan perubahan ini-itu, biarlah kita berfokus diubahkan oleh Tuhan dahulu.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sering terlibat dalam kegiatan aktivisme atau gerakan perubahan tertentu? Atau, pernahkah Anda memiliki aspirasi untuk perubahan, entah di lingkungan kerja, studi, negara, atau gereja? Mengapa?
  • Bagaimana kisah Yosia mengingatkan Anda untuk mencari kehendak Tuhan sebelum memulai suatu perubahan?