Bagikan artikel ini :

Kesaksian Hidup Yang Hidup

Matius 5:13-16

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
- Matius 5:16

Suatu hari, seorang agnostik (orang yang meragukan keberadaan Tuhan) berkata kepada temannya bahwa ia memutuskan untuk menjadi orang Kristen. Temannya bertanya, “Apa yang membuatmu memutuskan percaya Yesus?” Ia pun menjelaskan, “Selama ini tidak ada seorang agamawan mana pun yang mampu menyampaikan argumen rasionalnya tentang Tuhan. Semua dapat kubantah. Namun, sejak aku berjumpa denganmu, ada yang aku tidak dapat bantah. ‘Kehidupanmu’. Karakter dan kelakuanmu, sungguh memancarkan Kristus yang engkau beritakan!”

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk memiliki kesaksian hidup yang hidup dan bukannya redup. Ayat emas menyatakan dengan jelas bahwa sebagai anak Tuhan, hidup kita disaksikan oleh orang lain. Bukan berarti hidup kita adalah untuk menyenangkan orang lain, melainkan hidup kita mampu membawa orang lain menyaksikan Kristus dan bukannya menjadi batu sandungan.

Matius 5:16 ada di dalam rangkaian khotbah Yesus di bukit, dimana Dia hendak mengkomunikasikan etika Kerajaan Allah yang seyogianya dihidupi oleh anak-anak Tuhan. Dengan kata lain, panggilan memancarkan terang atau menghidupkan kesaksian hidup yang hidup, bukanlah sebuah opsi (pilihan), melainkan obligasi (tugas).

Tentu sebagai anak Tuhan kita mampu melakukannya karena Kristus Sang Terang telah terlebih dahulu merekonsiliasi diri kita kepada-Nya, sehingga terang yang kita nyatakan pada dasarnya berasal dari Tuhan dan bukan dari diri sendiri. Terang yang dipancarkan oleh orang percaya berbicara soal hidup yang menampilkan kasih, keadilan, dan kebaikan yang berangkat dari anugerah Tuhan.

Marilah setiap kita tidak hanya memiliki kesaksian dalam hidup (setiap orang hidup memiliki kesaksian, bahkan orang yang tidak mengenal Tuhan sekalipun), tetapi kesaksian hidup kita sungguh hidup sehingga orang lain dapat berjumpa dengan Sang Sumber Kehidupan, yaitu Kristus dan menjadi hidup. Kiranya melalui kita, orang tersebut selanjutnya bisa membagikan kesaksian hidup yang hidup kepada banyak orang yang lain. Semua itu dapat dimulai dengan satu langkah sederhana hari ini, misalnya dengan memancarkan senyuman kepada orang di sekitar kita sehingga melalui hal sederhana tersebut, orang-orang dapat merasakan keteduhan dan sukacita.


Refleksi Diri:

  • Apakah cara hidup Anda saat ini menolong orang menyaksikan terang Kristus atau malah menjadi penghalang baginya untuk mengenal-Nya lebih dekat?
  • Jika orang menilai siapa Yesus dari sikap dan perilaku Anda, kesaksian seperti apa yang sedang dan akan Anda tunjukkan?