Aku Ada Untuk Apa?
Mazmur 22
Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
- Mazmur 22:11
Kita semua mempunyai masalah dengan diri kita. Kadang kita diperhadapkan dengan kenyataan hidup yang membuat bingung tentang siapa diri kita dan mengapa kita ada di dunia. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang apa yang Tuhan kehendaki melalui diri kita selama hidup di dunia.
Kupasan firman hari ini diambil dari bahasa Ibrani: merahem mibetten immi, artinya dari kandungan ibuku (from the womb of my mother). Daud, penulis Mazmur melihat bahwa hari lahir adalah tonggak sejarah hidupnya. Tangan kedaulatan Allah turut merenda di balik kelahirannya, sebelum Daud ada dan sejak ia ada di dalam kandungan, selama ia hidup di dunia, bahkan setelah wafat, melewati sejarah hidup di dunia. Lahir sebagai anak Isai dan setelah wafat, Daud tetap menjadi bagian dari sejarah penggenapan janji Allah karena Sang Mesias disebutkan merupakan keturunan Daud.
Mungkin kita berkata, “Tulisan pada ayat di atas kan kehidupan Daud yang merupakan tonggak sejarah Israel sampai hari ini. Wajar saja, kan Daud orang hebat, kan Daud seorang raja, hidupnya memang enak. Tapi, bagaimana dengan aku? Aku bukan siapa-siapa, aku orang biasa saja.” Sebaiknya kita membaca Mazmur 22 secara keseluruhan. Ternyata hidup Daud juga sarat dengan berbagai pergumulan berat, bahkan ancaman maut yang hampir merenggut nyawanya.
Mari mengingat sejarah bagaimana Tuhan ternyata juga memakai orang-orang kecil yang penuh cela menjadi bagian dalam karya-Nya. Ada Yakub yang ahli menipu; Lea istri yang menderita yang melahirkan Yehuda; Rahab yang tidak lepas dari cacat cela. Ada pula Rut wanita Moab yang menjadi nenek buyut Daud; Yusuf dan Maria, keduanya juga bukan orang ternama. Mereka semua dipakai Tuhan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan Allah yang dinyatakan melalui kehidupan mereka.
Sobat terkasih, mungkin Anda hanyalah orang biasa yang tidak memiliki pengaruh dan kuasa yang besar. Ibarat satu baut terkecil dari sebuah mesin besar yang sangat rumit, tetapi baut kecil itu tetaplah berguna. Mesin besar tidak bisa berjalan tanpa baut terkecil sekalipun. Marilah tetap bersyukur. Belajar melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui hidup kita masing-masing, meski mungkin diri kita hanya bagian terkecil itu.
Refleksi Diri:
- Apa pekerjaan Tuhan yang ingin Dia kerjakan melalui diri Anda?
- Bagaimana Anda bisa belajar bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan melalui diri Anda sejauh ini?
