Impossible Is Nothing
2 Raja-raja 20:1-11
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!
- Markus 9:23b
Catatan sejarah kehidupan Hizkia, raja pengganti Ahas, agak sulit untuk dibaca karena catatan peristiwa-peristiwa dalam 2 Raja-raja 18-20 tidak disusun secara kronologis. Karena itu, kita akan membaca kisah kehidupan Hizkia mulai dari pasal 20 yang diyakini sebagai peristiwa yang paling awal, kemudian dilanjutkan dengan pasal 18-19.
Peristiwa pertama adalah kisah yang sangat sering diceritakan di Sekolah Minggu, yakni kisah Tuhan menyembuhkan Hizkia dan memperpanjang umurnya lima belas tahun. Kita pertama-tama akan fokus pada bagian yang jarang dibaca, yakni ayat 8-11. Meski terlihat hanya sebagai catatan kaki, keempat ayat ini merupakan ayat kunci yang menggambarkan perbedaan Hizkia dan ayahnya, Ahas. Ingat bagaimana Ahas yang tidak beriman diberi kesempatan untuk meminta tanda bahwa Tuhan akan menolongnya, tetapi Ahas menolak karena ia telah meminta tolong kepada pihak lain, yakni Tiglat-Pilezer, raja Asyur (Yes. 7:1013; 2Raj. 16:7). Kini, justru Hizkia-lah yang memohon sebuah tanda kepada Tuhan bahwa ia akan disembuhkan.
Tak hanya itu, ketika Yesaya memberinya pilihan tanda seperti apa yang dikehendakinya, Hizkia memilih tanda yang lebih sulit. Seperti jam analog pada masa kini, sangat mungkin bayang-bayang pada jam matahari buatan Hizkia maju karena waktu selalu bergerak maju. Hanya tinggal menunggu saja maka bayang-bayang matahari akan maju dengan sendirinya. Mustahil waktu dapat bergerak mundur, hanya Tuhan-lah yang sanggup melakukannya.
Kita tidak boleh melihat permintaan Hizkia ini sebagai sikap menantang Tuhan. Sebaliknya, Hizkia melihat kesembuhannya sebagai hal yang mustahil secara manusia dan hanya bisa dilakukan oleh Tuhan sehingga ia meminta tanda yang lebih mustahil dan benarbenar hanya bisa dilakukan oleh Tuhan juga. Itulah sebabnya Hizkia beriman. Jika Tuhan telah melakukan mukjizat yang jauh lebih mustahil, yakni memundurkan waktu, tentunya menyembuhkan penyakitnya adalah mukjizat yang sepele! Bagi Tuhan, Impossible is Nothing, semua hal mungkin dilakukan Tuhan asal sesuai kehendak-Nya.
Kadang kala kita pun seperti Hizkia. Ada banyak masalah yang sepertinya mustahil dapat diselesaikan, penyakit yang dapat sembuh atau relasi yang dapat pulih. Namun, jika Tuhan telah melakukan mukjizat yang jauh lebih mustahil, yakni menghapus dosa kita, tentunya halhal yang lain adalah hal yang kecil dan mudah bagi-Nya. Yang Dia kehendaki adalah supaya kita tetap beriman dan setia.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda pernah mengalami sebuah masalah atau keadaan yang sepertinya mustahil untuk diselesaikan? Bagaimana Tuhan menolong Anda menyelesaikan masalah tersebut?
- Bagaimana pengalaman tersebut dapat memperteguh iman Anda dalam menghadapi masalah-masalah lain di masa depan?
