Bagikan artikel ini :

Dikenal dan Dikasihi

Yohanes 10:11-18

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
- Yohanes 10:14

Lagu Amazing Grace sangat terkenal di seluruh dunia. Kita pun merasa familier saat menyanyikannya. Namun, tahukah Anda siapa yang menciptakan dan menulis liriknya? Namanya, John Newton. Ia dulu bukan orang baik-baik. Sebelum mengalami pertobatan, ia adalah seorang pedagang budak. Ia bekerja di kapal yang mengangkut budak-budak tersebut dari Afrika. Hidupnya kasar, jauh dari Tuhan, dan penuh dosa.

Suatu hari, kapalnya terkena badai besar. Newton berpikir ia akan mati. Dalam ketakutan, ia mulai berdoa. Mungkin ini pertama kalinya ia berdoa dengan sungguh-sungguh. Ia akhirnya selamat dari badai tersebut. Sejak saat itu, hidupnya mulai berubah. Ia bertobat, meninggalkan pekerjaannya yang jahat, dan akhirnya menjadi pendeta, serta penulis lagu rohani. Lagu Amazing Grace lahir dari pengalaman pribadinya: Dulu aku tersesat, tapi sekarang ditemukan. Dulu aku buta, tapi sekarang aku bisa melihat.

Dalam Injil Yohanes, Yesus pernah berkata, “Aku mengenal domba-domba-Ku.” Kalimat ini memiliki arti Yesus mengenal murid-murid-Nya satu per satu, bukan cuma sebagai bagian dari kerumunan yang tidak penting. Bahkan ketika hidup kita masih kacau dan penuh dosa seperti John Newton, Tuhan tetap mengenal kita secara mendalam dan utuh.

Dalam konteks Yohanes 10, Yesus sedang menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Bagi para pendengar waktu itu orang Yahudi yang akrab dengan dunia penggembalaan gambaran ini sangat dalam maknanya, bahkan Raja Daud dan Nabi Musa, tokoh besar dalam sejarah Yahudi sempat menjadi pengembala domba, sebelum mereka memimpin umat Tuhan.

Yesus Sang Gembala yang baik, tidak hanya menjaga dan memelihara, tetapi juga memanggil domba-Nya satu per satu, mengenali suara mereka, dan bahkan siap mengorbankan nyawa-Nya demi domba-dombanya (ay. 11). Yesus bukan hanya tahu nama kita, tetapi juga mengikat relasi yang akrab dan penuh kasih dengan kita. Dia hadir bukan sebagai pemimpin yang jauh, melainkan sebagai sahabat dan penyelamat yang dekat dan peduli. Tuhan Yesus tidak mencari orang yang sempurna, Dia mencari hati yang mau mendekat kepada-Nya. Ayo, mendekatlah kepada Sang Gembala yang baik.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus mengenal Anda secara pribadi, termasuk bagian hidup Anda yang kelam atau kacau? Apa dampaknya bagi Anda?
  • Apakah Anda siap untuk berubah dan hidup dalam kasih karunia Tuhan seperti yang dilakukan oleh John Newton?