Dicintai Dalam Anugerah
Hosea 3
Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.”
- Hosea 3:1
Hosea diperintahkan Tuhan untuk mencintai kembali Gomer. Tentu bukan hal yang mudah dilakukan seorang manusia karena Gomer dikatakan suka bersundal dan berzinah. Artinya, berkali-kali Gomer telah mengkhianati Hosea. Sama dengan orang Israel yang berkali-kali telah mengkhianati Tuhan dengan berpaling kepada allah-allah lain. Sikap tidak menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya pribadi yang bertakhta di dalam hati adalah dosa yang sangat serius.
Hosea harus menebus Gomer lagi. Ia membeli perempuan itu kembali dengan lima belas syikal perak. Jumlah yang dibayarkan Hosea di bawah ketentuan harga budak saat itu, yaitu tiga puluh syikal perak (Kel. 21:32; Im. 27:3-4). Sangat mungkin sudah tidak ada lagi yang mengingini Gomer. Namun, berhubung ia telah menjadi budak orang lain, Gomer harus ditebus kembali. Mungkin hanya lima belas syikal yang dimiliki Hosea maka ia tambahkan lagi satu setengah homer jelai untuk menggenapi kekurangannya. Jadi sebetulnya Hosea sudah memberikan segala-galanya yang dimilikinya untuk mendapatkan Gomer kembali. Jika dipikir-pikir, bukankah Gomer yang telah berkhianat kepada Hosea sudah tidak ada harganya? Bukankah ia tidak layak ditebus?
Gomer bukan hanya gambaran untuk Israel, tetapi diri kita juga. Saat kita ada di dalam dosa, kita tidak berharga sama sekali. Namun, Kristus memberikan seluruh kehidupan-Nya, tidak ada yang tersisa lagi untuk menebus kita supaya kita menjadi milik-Nya selamanya. Kita yang tadinya tidak berharga, menjadi berharga karena Kristus telah menebus kita dengan harga yang tak ternilai. Kita telah dicintai dalam anugerah Tuhan. Kita menjadi berharga karena ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus. Kita baru menyadari kita dicintai dalam anugerah, ketika kita menyadari kita adalah orang paling berdosa dan tidak layak ditebus.
Penebusan Kristus di dalam hidup kita begitu besar nilainya. Jangan lagi hidup serong dari Tuhan. Jangan lagi mencondongkan hati pada berhala-berhala dunia yang menggantikan posisi Tuhan di hati kita. Apa pun yang ditempatkan di dalam hati kita, selain Tuhan, sampai kapan pun tidak akan pernah memuaskan kita. Setialah kepada Kristus, jangan mengkhianati hubungan kita dengan-Nya.
Refleksi Diri:
- Apakah ada berhala dalam hati Anda yang selama ini menjadi pusat hidup Anda, menggantikan Tuhan?
- Apa yang mau Anda lakukan dalam hidup ini, saat menyadari Anda amat sangat dicintai Tuhan?
