Edisi 214 - Yesus Sang Guru Agung

YESUS SANG GURU AGUNG. Dia berbeda dengan para guru di dunia. Ia mengajar tan pa memerlukan ruang kelas. Ia mengajar di mana saja. Ia mengajar siapa saja: anak ke cil, orang dewasa, pria, wanita, orang Yahudi, non Yahudi, orang sederhana, orang berilmu,orang dengan fisik utuh maupun orang yang cacat.Semua berkumpul bersamasa ma mendengarkan pengajaran-Nya tanpa ada pembagian jenjang usia maupun pe ngetahuan. Semua menikmati ajaran-Nya, bahkan memburu-Nya kemana-mana ka rena haus akan pengajaran-Nya. Tidakkah ini mengundang keingintahuan kita akan pe ngajaran-pengajaran-Nya? Karena itu, di dalam edisi ini, kami akan mengupas sedikit da ri pengajaran-pengajaran-Nya itu.

Pengajaran-pengajaran Yesus itu adalah pengajaran akan realita kehidupan manusia. Se telah kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, kita sebagai keturunannya harus ikut ser ta menanggung akibatnya. Kita semua lahir di dalam dosa dengan kecenderungan ber  buat dosa sejak lahir. Akibatnya, dunia yang semula Allah ciptakan indah dan sempurna pe nuh damai, kini menjadi rusak oleh tangan-tangan orang yang berdosa. Keindahannya hi lang dirusak oleh tangan-tangan orang-orang yang serakah. Kedamaiannya hancur oleh ta ngan orang-orang yang haus kuasa dan hati yang penuh kebencian terhadap orang lain. Kerukunan dirusak oleh orang-orang yang tak mempunyai kasih.

Sebenarnya, yang Yesus ajarkan adalah hal-hal yang sangat sederhana, tetapi yang sung guh diperlukan umat manusia untuk hidup rukun dan damai di dunia ini. Banyak seka li yang Yesus ajarkan, tetapi di dalam edisi ini kami hanya akan mengangkat sejumlah te ma yang penting saja, karena pengajaran-nya tiada putus-putusnya. Apa yang Ia lihat, Ia petik inti pengajarannya, dan Ia ajarkan kepada orang-orang yang ingin mendengarNya. Bayangkan, selama kurang lebih tiga tahun ia berkeliling mengajar, berapa banyak peng ajaran yang Ia berikan dengan cara mengajar-Nya yang demikian. Kiranya mata hati pa ra pembaca dapat melihat inti pengajaran-Nya dan menerapkannya di dalam kehidupan ma sing-masing. SELAMAT BELAJAR DARI SANG GURU AGUNG.

Redaksi


Unduh