Bagikan artikel ini :

When Spirit Meets The Wall (Ketika Roh Kudus Bertemu dengan Tembok)

Yesaya 40 : 28 – 31; Kisah Para Rasul 4 : 23 - 31

 

EKSPRESI PRIBADI

Dalam menjalani kehidupan kita, harus diakui bahwa seringkali banyak hal yang tidak kita pikirkan dan harapkan terjadi dalam hidup kita. Bahkan kita sering mengalami kesulitan, rintangan dan tantangan di dalam perjalanan kehidupan kita sebagai seorang Kristen. Tentu pertanyaan klasik yang seringkali diungkapkan adalah mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi dan jika kita tidak menemukan jawaban yang tepat, maka ini akan membawa kita kepada menyalahkan dan meragukan Tuhan dan rencana-Nya di dalam kehidupan kita. Apakah yang akan terjadi ketika kita sebagai orang Kristen berhadapan dengan rintangan nyata dalam hidupnya?

Sebagai seorang Kristen, tentu kita percaya bahwa Roh Kudus ada di dalam hidup kita dan senantiasa memberikan tuntunan dan kekuatan bagi kita untuk menghadapi seluruh rintangan dan halangan di depan. Roh Kudus pasti memberikan guidance bagi kita di dalam menghadapi rintangan dalam keluarga kita, dan bahkan rintangan secara pribadi termasuk masa lalu dan problem diri yang belum diselesaikan. Coba sharingkan dalam kelompok, apa tuntunan Roh Kudus yang Anda pernah alami di dalam menghadapi rintangan dan tantangan di dalam hidup Anda!

EKSPLORASI FIRMAN

Dalam kitab Yesaya 40:28-31 kita melihat kondisi Israel yang sedang tidak baik-baik saja. Ketika mereka harus mengalami pembuangan dan jauh dari kampung halaman mereka dan bahkan menetap di tanah orang kafir yang tidak menyembah Allah. Mereka dalam kondisi dijajah dan mengalami banyak hal yang sangat tidak diharapkan oleh mereka sebagai bangsa pilihan Allah. Sangat mungkin mereka mengalami kelelahan fisik dan bahkan rohani dimana mereka mempertanyakan Allah Yahweh yang berjanji menyertai mereka. Mereka melihat masa depan yang sangat gelap dan suram di depan sana dan diliputi dengan keputusasaan akan hidup ini. Yang menarik dalam konteks hidup mereka pada saat itu yang tidak baik-baik saja, Tuhan mengirimkan nabi Yesaya untuk menyampaikan sebuah pesan yang sangat menghiburkan dan menguatkan mereka bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka walaupun mereka merasa telah ditinggalkan oleh Allah. Pesan nabi Yesaya kepada mereka adalah bahwa Allah berdaulat akan segalanya dan bahkan ketika mereka harus mengalami pembuangan, itu semua di dalam kedaulatan Allah. Dan Allah belum selesai merancangkan hidup mereka dan Allah masih terus bekerja menyelesaikan seluruh rencana-Nya dan kehendak-Nya di dalam kehidupan orang Israel. Pesan Tuhan melalui nabi Yesaya kepada bangsa Israel adalah orang-orang yang menantikan Tuhan (ay. 31) yang berarti orang-orang yang senantiasa mengikatkan hidup mereka yang rapuh kepada Tuhan yang kuat itu akan menerima kekuatan yang baru dari Tuhan dalam menjalani hidup. Allah akan menukar kelelahan mereka dengan kekuatan dan penghiburan yang tidak terduga di dalam hidup mereka. Seumpama rajawali yang akan terbang terus di dalam kasih karunia Allah yang menaungi mereka senantiasa.

Hal yang sama ketika kita melihat apa yang dialami oleh para rasul dalam Kisah Para Rasul 4:23-31, ketika mereka harus mengalami hambatan dan tantangan dalam pelayanan mereka, mereka belajar untuk mempercayai Tuhan yang berdaulat akan semuanya dan Tuhan yang masih terus bekerja di dalam merencanakan rencana dan kehendak-Nya dalam kehidupan mereka. Mereka membawa pergumulan dan kesulitan mereka di dalam doa kepada Tuhan. Di dalam doa mereka tidak meminta untuk kenyamanan melainkan diberikan keberanian untuk menghadapi tantangan demi tantangan dalam hidup mereka (ay. 29). dan akibat doa yang sungguh-sungguh di hadapan Allah itu, maka terjadi guncangan dan kepenuhan (ay. 31) dimana Allah dengan cara-Nya yang dahsyat menguatkan mereka untuk tidak takut dan tidak gentar menghadapi seluruh rintangan dan tantangan yang ada di depan. Guncangan dari Allah bukan untuk menghancurkan mereka, melainkan untuk meruntuhkan rasa takut mereka dan menghasilkan keberanian ilahi yang murni.

Bagaimana dengan kondisi hidup kita saat ini? Apakah begitu banyak rintangan dan tantangan yang kita alami dan kita mulai mempertanyakan dimana Tuhan dan apakah maksud Tuhan dalam rintangan dan tantangan ini? Mari kita kembali mengingat bahwa Dia, Allah yang berdaulat atas segala sesuatu dan Dia Allah yang sedang dan masih akan terus bekerja dalam kehidupan kita untuk menyelesaikan seluruh rencana-Nya dan kehendak-Nya. Kita belajar terus mempercayai Allah dan berserah kepada Allah dalam segala aspek kehidupan kita. Berserah bukan berarti tidak melakukan apapun, melainkan mengerjakan yang menjadi bagian kita dengan penuh keberanian menghadapi seluruh tantangan dan rintangan di depan dengan iman bahwa kita pasti bisa menghadapinya dengan pertolongan Allah Roh Kudus dalam kehidupan kita. [HH]

APLIKASI KEHIDUPAN

(RINTANGAN, IMAN, DOA, KEBERANIAN)

Pendalaman

Sebagai seorang Kristen, rintangan apa aspek apa yang paling sukar Anda hadapi dan sangat sulit Anda melihat Tuhan di dalamnya?

Penerapan

Bagaimana mengungkapkan kepercayaan dan kebergantungan Anda kepada Tuham sebagai ekspresi iman di tengah situasi yang sulit untuk melihat harapan?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.