Bagikan artikel ini :

True Greatness in Christ (Kebesaran Sejati dalam Kristus

Yesaya 52 : 13 – 15 ; 53 : 11

 

EKSPRESI PRIBADI

Dalam menjalani kehidupan kita, kesuksesan dan keberhasilan selalu menjadi sebuah hal yang paling diinginkan dan dicari oleh semua orang. Kesuksesan menjadi tujuan akhir dari sebagian besar manusia, sehingga mereka dengan segala cara melakukan dan mengerjakan apapun untuk bisa sukses. Mulai dari kecil, kita diajar oleh orangtua kita untuk belajar dengan giat dan tekun agar berhasil dalam studi. Saat memasuki dunia kerja, kita berupaya keras meniti tangga karier setinggi mungkin. Bahkan ketika menikah, kita juga dengan segala cara membangun keluarga yang sukses yang ditandai dengan kebahagiaan di dalamnya.

Sebagai orang Kristen, kita pun tidak luput dari keinginan untuk mencapai keberhasilan dan kebesaran. Sering kali, tanpa sadar kita mulai membandingkan hidup dan keluarga kita dengan orang lain yang tampak lebih sukses dibandingkan kita. Namun, di tengah perlombaan mengejar pencapaian tersebut, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan: Apa sebenarnya arti kesuksesan dan kebesaran yang sesungguhnya? Coba sharingkan dalam kelompok, apa tolak ukur sehingga hidup ini dapat dikatakan sebagai sukses dan berhasil dan dipenuhi dengan kebesaran?

 

EKSPLORASI FIRMAN

Dalam kitab Yesaya 52:13-15 ini kita melihat ada perbedaan besar antara konsep kebesaran dan kesuksesan manusia dengan standar Allah. Dunia umumnya mengukur kebesaran dan kesuksesan dari kacamata kekuasaan, akumulasi kekayaan, dan seberapa besar pengikutnya. Dalam standar ini, seseorang dianggap besar ketika ia berada di puncak kejayaan dan memiliki segala yang diinginkan oleh banyak orang.

Namun kacamata sorga menawarkan persfektif yang berbeda. Kebesaran dan kesuksesan adalah ketika kita melihat raja di atas segala raja itu yaitu Yesus Kristus rela turun ke dalam dunia dan mengambil rupa seorang hamba dalam kehinaan dan kerendahan diri. Dalam Yesaya 52:13-15 kita menemukan profil “Yesus Kristus” sebagai hamba Tuhan itu mendapatkan keberhasilan dan kebesarannya di dalam posisinya sebagai “hamba.” Keberhasilan dan kebesaran yang dituliskan ini bukan melalui kekuatan militer atau posisi politik, melainkan melalui ketaatan menuntaskan misi penebusan umat manusia. Dan yang lebih menarik lagi, sebelum Ia disanjung, ditinggikan dan dimuliakan, Ia harus menjalani jalan penderitaan. Kebesaran-Nya tidak dicapai dengan kenyamanan melainkan di dalam penderitaan yang harus Ia pikul dan rengkuh sepenuhnya. Jalan penderitaan dan perendahan diri itu adalah jalan yang harus diambil oleh Yesus Kristus untuk mencapai kebesaran dan kemuliaan yang ultimat. Dan jalan penderitaan-Nya itu membuka jalan bagi manusia berdosa dapat mencapat kebenaran dan kebesaran dalam Yesus Kristus yang sudah melewatinya dengan tuntas. Penderitaan Kristus bersifat substitusi (penggantian) dimana semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima kebenaran-Nya dan keselamatan yang kekal.

Bagaimana kita mendefinisikan kebesaran dan kesuksesan dalam kehidupan kita sebagai seorang Kristen? The way down is the way up, bahwa kebesaran sejati dalam Kristus adalah ketika kita menyerupai Kristus yang hidup di dalam perendahan diri dan menemukan kekuatan di dalam penderitaan yang harus dijalani dalam hidup ini. Sehingga kita hidup bukan lagi seperti konsep dunia yang fokus kepada “apa yang bisa saya dapatkan?” melainkan kita fokus kepada “bagaimana saya bisa berdampak bagi orang lain?”

Kita juga menjalani hidup yang realistis bahwa penderitaan akan menjadi bagian dalam hidup kita. Namun penderitaan tidak akan menghancurkan kita, justru kita merengkuh penderitaan itu dengan iman bahwa Yesus Kristus yang sudah berhasil melewatinya akan mampu menguatkan kita untuk melewati semua penderitaan kita dengan tuntas di dalam kekuatan-Nya. Kebesaran sejati bukanlah tentang memiliki semuanya, melainkan mengosongkan diri dan hidup di dalam kerendahan hati. Marilah kita mengikuti jejak Yesus Kristus yang dimuliakan dan ditinggikan selama-lamanya di dalam hidup kita. [HH]

 

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Bagaimana Anda menjelaskan bahwa jalan kepada kebesaran sejati adalah jalan menurun dengan menjalani hidup dalam kerendahan hati sebagaimana prinsip “the way down is the way up”?

Penerapan

Bagaimana membangun kehidupan yang rendah hati sebagai hamba sebagaimana teladan Kristus?

 

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.