Bagikan artikel ini :

The Unnamed Believers: Misi Allah Lewat Orang-Orang Biasa

Kisah Para Rasul 11:19–26

Ada sebuah anggapan bahwa pelayanan pekabaran Injil adalah bagian dari hamba Tuhan dan bukan jemaat. Kalaupun jemaat diminta untuk melayani dalam pemberitaan Injil, umumnya di antara mereka akan berkata: “Maaf, saya bukan hamba Tuhan,” “Saya tidak pandai bicara,” “Maaf, saya banyak urusan,” dan sebagainya. Tugas pemberitaan Injil dirasakan sebagai tugas yang berat dan tidak sanggup dijalankan.

Diskusi: Apakah ada alasan lain yang membuat kita tidak mau membagikan Injil kepada orang lain?

EKSPLORASI FIRMAN

Kisah Para Rasul 11:19–26 memberikan gambaran yang menarik berkenaan dengan awal dari sebuah pusat misi terbesar gereja. Ternyata jemaat Antiokhia ada dan berdiri bukan karena adanya rasul-rasul yang diutus ke sana, tetapi justru dimulai dari orang-orang biasa yang namanya bahkan tidak dicatat (the unnamed believers). Saat ini kita akan belajar bagaimana orang-orang yang tak dicatat namanya ini bisa bekerja luar biasa demi perkembangan Injil Tuhan.

Pertama, bergerak keluar dari zona nyaman. Di dalam ayat 19 dikatakan bahwa mereka tersebar karena penganiayaan dan memberitakan Injil. Yang menarik adalah ternyata mereka tidak putus asa dan tidak mengalami ketakutan yang luar biasa oleh karena penganiayaan, tetapi justru mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang mereka jumpai, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Mereka bukan para misionaris yang diutus secara khusus, tetapi justru mereka adalah jemaat biasa yang “terpaksa” hijrah karena penganiayaan. Walaupun demikian, peristiwa penganiayaan ini dipakai oleh Tuhan untuk menjadikan mereka para utusan misi yang bekerja secara luar biasa. Walaupun mereka dihambat dan dianiaya, api misi tetap terus diteruskan kepada banyak orang.

Kita juga harus percaya bahwa terkadang Tuhan mengizinkan banyak hal terjadi di dalam kehidupan kita; pasti ada rencana Allah di dalamnya. Terkadang kita “dipaksa” Tuhan untuk keluar dari zona nyaman kita untuk pergi menjangkau jiwa-jiwa. Tetapi yang pasti, jika Tuhan mau memakai siapa pun tanpa memandang status dan jabatan, Tuhan sendiri akan bekerja sehingga kita pergi menjadi alat-alat-Nya.

Kedua, bergerak di luar kebiasaan. Hal menarik yang kedua adalah mereka yang pergi memberitakan Injil adalah orang-orang biasa. Mereka bukanlah “para mahasiswa teologi” yang sudah belajar langsung dari Tuhan Yesus. Mereka justru orang biasa yang memiliki kerinduan untuk menjangkau mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Di sisi lain, ternyata mereka juga mengadakan sebuah terobosan pelayanan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan karena pertimbangan Hukum Taurat. Hal yang tidak pernah dipikirkan dan direncanakan adalah memberitakan Injil kepada orang Yunani. Padahal pada masa itu, para rasul belum memutuskan keabsahan pekabaran Injil kepada orang-orang Yunani. Walaupun demikian, apa yang dikerjakan mereka ini tidak sia-sia. Ada banyak jiwa yang diselamatkan.

Kita pun bisa belajar dari bagian firman Tuhan ini bahwa siapa pun kita—walaupun “biasa-biasa saja”—dapat dipakai Tuhan menjadi alat Injil-Nya. Walaupun mereka mungkin akan mendapatkan “omelan” dari rekan-rekan lain karena memberitakan Injil kepada orang Yunani, tetapi karena mereka mengasihi orang-orang Yunani, mereka tetap memberitakan Injil. Pemberitaan Injil bukan karena kewajiban, tetapi sebagai pola kehidupan yang diubahkan oleh Kristus.

Ketiga, bergerak bersama Tuhan. Pelayanan bisa berkembang bukan karena mereka orang hebat, tetapi ketika Tuhan bekerja di antara mereka, pelayanan berkembang secara luar biasa. Hal ini disebabkan karena Tuhan Yesus menyertai setiap umat-Nya. Di dalam ayat 21, firman Tuhan berkata: “Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Walaupun mereka orang biasa, tetapi karena ada Tuhan beserta mereka, maka mereka pun bisa melakukan perkara-perkara besar.

Hal ini juga menyadarkan kita bahwa ketika kita memberitakan Injil, jangan lupa mengundang Roh Kudus untuk bekerja dan berkarya melalui kita. Tuhan sendiri tidak mencari orang yang memiliki kemampuan luar biasa, tetapi mencari anak-anak-Nya yang mau taat dan bergantung pada kemampuan Tuhan. Tuhan tidak mencari orang yang luar biasa; Tuhan akan memakai orang biasa yang taat kepada Allah yang luar biasa. (SO)

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman
Apakah yang saat ini menjadi penghalang bagi Anda untuk memberitakan Injil? Uraikan!

Penerapan
Tuhan memakai Anda bukan karena kelebihan dan kehebatan Anda, tetapi karena kerelaan. Ambilah sebuah langkah sederhana: Ketaatan sederhana apa yang bisa Anda lakukan pada minggu ini?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.