Bagikan artikel ini :

The Cycle Grace Breaks (Siklus yang Dipatahkan oleh Anugerah)

Kejadian 3:6-13

 

Ekspresi Pribadi

Membicarakan tentang anugerah itu sangatlah baik, menyenangkan, membahagiakan dan dapat memberikan dorongan yang kuat untuk menerima dan mengalami. Namun demikian, biarpun anugerah itu suatu kebenaran yang sangat luar biasa, tetapi di dalam realitanya banyak orang, termasuk orang percaya. Kurang, tidak menghargai bahkan yang lebih menyedihkan dan memprihatinkan menyia-nyakan serta membuang anugerah yang sudah Tuhan karuniakan.

Kenapa sikap yang demikian ini dapat terjadi? Alasan klasik yang sering dibuat dan diberikan, karena anugerah adalah pemberian cuma-cuma. Membuat seolah-olah murahan nilainya dan gampangan untuk mendapatkan. Inilah pemikiran yang salah dan sembrono. Yang seringkali disusupkan oleh Iblis untuk membuat anugerah itu menjadi tidak ada nilainya. Kemudian dengan sangat cerdik sekali, Iblis menyusupkan pembanding bahwa yang namanya bekerja, berusaha dan berjuang itu lebih berharga, bernilai dan membawa kebanggaan dibandingkan anugerah.

Dengan adanya pembanding inilah, yang membuat anugerah mulai tersingkir sedikit demi sedikit dan pada akhirnya dikalahkan. Dengan demikian pembicaraan tentang anugerah, nadanya mulai berubah menjadi biasa-biasa saja bahkan minor pada saat diberikan kesempatan untuk memberikan respon tentang anugerah. Sungguh perubahan yang tidak terduga sama sekali. 

 

Sekarang coba sharingkan didalam kelompok, bagaimana setiap anggota dapat mengungkapkan perasaanya pada saat membicarakan tentang anugerah itu?

 

Eksplorasi Firman

Sebetulnya, pada saat Tuhan menciptakan dunia dengan segala isinya, termasuk manusia, kita melihat bahwa segala sesuatu berasal dari karya penciptaan Tuhan. Kata “menciptakan” dalam Kejadian 1:1 adalah bārā’, yang berarti menciptakan. Dari keadaan ketika sebelumnya tidak ada, Tuhan menciptakan dan menghadirkan segala sesuatu menjadi ada. Di sinilah kita dapat melihat bahwa sejak awal, kehidupan manusia berdiri di atas pemberian dan anugerah Tuhan.

Dalam konteks penciptaan manusia, Tuhan menciptakan manusia menurut “gambar dan rupa-Nya sendiri.” Kemudian, manusia ditempatkan untuk tinggal di taman Eden, sebuah tempat yang Tuhan sediakan bagi kehidupannya. Namun, ketika manusia melihat bahwa dirinya seorang diri, Tuhan berkata: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kej. 2:18)

Kemudian Tuhan menghadirkan perempuan sebagai penolong yang sepadan bagi manusia. Dengan demikian, Tuhan menghadirkan lembaga pertama pernikahan, yaitu hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang kemudian menjadi dasar bagi terbentuknya keluarga.  Melalui lembaga pernikahan ini, membuat manusia dapat membentuk keluarga pertama, yang terdiri dari suami, istri dan kelak diberi keturunan pada saat beranak-cucu untuk bertambah banyak. Semua yang Tuhan berikan dan sediakan ini, sungguh sangat baik. Karena Tuhan sendiri yang memberikan dan menyediakan. Inilah keadaan dan penambahan yang seharusnya membuat siapapun manusia sangat bersyukur. Sangat bersyukur, karena hanya anugerah Tuhan sajalah yang sanggup membuat ini terjadi.

Dari tidak ada – kosong, Tuhan kemudian dalam anugerahnya mengisi – menambahnya menjadi banyak. Sungguh luar biasa Tuhan membuat bagi manusia. Namun sayang sekali, di dalam Kejadian pasal ketiga. Terlihat jelas bagaimana yang baik dan benar yang Tuhan sudah karuniakan ini, berubah seketika pada saat manusia dalam hal ini Hawa yang disetujui oleh Adam memilih lebih mempercayai Iblis dibandingkan Tuhan. Gara-garanya kedua manusia ini, masuk di dalam perangkap dan jebakan Iblis, yang berkata: “Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (ay. 5). 

Ada istilah yang Iblis pakai, yang membuat dua manusia ini, mencurigai dan mulai timbul ketidakpercayaan pada kebenaran Tuhan. Istilah ini adalah Tuhan tahu. Wow……ini artinya Tuhan tidak jujur, menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya dan menutupi bahwa manusia itu bisa seperti Tuhan. Buktinya Tuhan menciptakan manusia di dalam Gambar dan Rupa-Nya. Tuhan takut disaingi bahkan dikalahkan oleh manusia yang adalah ciptaan. 

Waduh…. Iblis kok baik benar ya, mau memberitahukan hal ini. Iblis lebih jujur dan terbuka dibandingkan Tuhan. Inilah yang mulai membuat rusaknya konsep dan gambaran Tuhan pada diri manusia, yang sengaja memang Iblis lakukan. Setelah manusia makan buah yang Tuhan larang, maka yang terjadi sebaliknya, konsep dan gambaran pada diri manusia sendirilah yang menjadi rusak. Sedangkan konsep dan gambaran Tuhan tetap utuh, benar dan sempurna. Sekarang terjadi, manusia mengalami tiga hal yang bersamaan:

Pertama, “The Cycle Of Sins” yang Iblis buat. The cycle of sins ini membuat manusia tidak kudus lagi, yaitu tahu diri mereka menjadi telanjang. Menyembunyikan diri bersama-sama pada saat mendengar langkah Tuhan, karena tidak berani bertanggung jawab. Caranya dengan saling melemparkan dan menyalahkan kesalahan kepada pihak lain. Mencoba menutupi dosa dengan hal-hal yang sementara dan cepat rusak, menyemat daun ara untuk membuat cawat untuk menutupi.

Dan puncaknya di dalam keadilan Tuhan manusia, ular dan seluruh ciptaan harus menerima penghukuman-Nya masing-masing yang datang dari Tuhan. The cycle of sins ini, ternyata membuat manusia tidak menjadi seperti Tuhan, tapi sebaliknya seperti Iblis. Yang rusak, tersesat, penuh kejahatan dan menerima maut – kematian yang harus dialami.

Kedua, “The Cycle Of Grace”, yang Tuhan karuniakan kepada manusia yang jatuh di dalam dosa pemberontakan. The cycle of grace ini, jelas Tuhan tunjukkan secara nyata dan jelas sekali. Pada saat manusia sembunyi, karena melanggar perintah Tuhan. Ternyata masih ada sapaan Tuhan yang begitu lembut dengan cara bertanya: Dimanakah Engkau. Kemudian Tuhan mau mendengar alasan kenapa sembunyi, karena takut. Biarpun sudah memberontak, terlihat bahwa Tuhan tidak langsung marah, menyalahkan dan menghakimi.

Disambung lagi, dengan bertanya siapa yang memberitahu telanjang? Disini sebetulnya Tuhan ingin kejujuran dari manusia, tapi sayang respon manusia saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab. The cycle of grace, terlihat dengan jelas tentang panjang sabar, kelapangan hati, kasih, kesetiaan bahkan yang luar biasa mau mendekatkan diri. Ini semua menunjukkan betapa Tuhan penuh dengan anugerah.

Tiga, “Protoevangelium,” Tuhan berikan dan sediakan. Yaitu Injil Pertama, tentang Kabar Kesukaan yang berisi keselamatan. Tidak tanggung-tanggung “protoevangelium” ini, menyatakan tentang nubuatan dari keturunan perempuan, yang Tuhan sudah tetapkan sejak kekekalan untuk menjadi Penebus dan Juruselamat manusia dan seluruh keturunannya yang sudah jatuh dan dikuasai oleh dosa. 

Yang hebat keturunan dari perempuan ini, bukan dari benih laki-laki tetapi dari Roh Kudus. Dengan demikian keturunan ini kelak disebut Kudus dan juga adalah Anak Allah Yang Maha Tinggi (ay. 15 bdk. Luk 1:32). Inilah puncak anugerah Tuhan yang paling hebat. Yang seharusnya membuat setiap orang percaya akan “terbakar” oleh anugerah Tuhan untuk terus hidup di dalam anugerah-Nya. 

 

Aplikasi Kehidupan

Pendalaman

Kejadian 3 menunjukkan bahwa setelah manusia berdosa, ia bersembunyi, menutupi diri, dan menyalahkan pihak lain. Menurut Anda, mengapa manusia yang berdosa cenderung melakukan hal-hal tersebut? Dalam kehidupan Anda sendiri, ketika gagal atau bersalah, mana yang paling sering muncul: bersembunyi, menutupi kesalahan, membela diri, atau menyalahkan orang lain? 

Penerapan.

Ketika menyadari bahwa anugerah Tuhan terus membanjiri hidup Anda, apa satu komitmen nyata yang akan Anda lakukan di hadapan Tuhan dan orang lain sebagai wujud syukur atas anugerah tersebut?

 

Saling Mendoakan

Akhiri Care Group dengan saling mendoakan satu dengan yang lainnya. [LHP]