Shaped By The Urgency Of The Gospel (Dibentuk oleh Urgensi Injil)
Yohanes 4:35-38; Matius 9:35-38
EKSPRESI PRIBADI
Sebagai orang Kristen, terutama jika kita sudah cukup lama mengikuti Tuhan, gambaran tentang “ladang yang menguning,” “tuaian yang banyak,” dan “pekerja yang sedikit” mungkin sudah sangat akrab. Namun persoalannya bukan apakah kita pernah mendengarnya. Persoalannya adalah: Apa yang kita lakukan setelah mendengarnya?
Tidak sedikit orang Kristen mengetahui bahwa Injil harus diberitakan, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ada yang ingin bersaksi tetapi takut ditolak. Ada yang takut dianggap terlalu rohani. Ada yang merasa tidak mampu menjelaskan Injil dengan baik. Ada pula yang berpikir bahwa penginjilan adalah tugas pendeta, penginjil, atau orang-orang tertentu saja. Akibatnya, kita bisa berkali-kali mendengar bahwa “tuaian banyak,” tetapi tetap tidak pernah masuk ke ladang.
Bagikan pengalaman Anda dalam kelompok!
EKSPLORASI FIRMAN
Dua teks yang sekilas tampak sama, sama-sama membicarakan tentang ada banyak tuaian namun penuai sedikit, ternyata memiliki dua konteks berbeda. Yohanes mengisahkan percakapan para murid dengan Yesus setelah perjumpaan Yesus dengan wanita Samaria. Matius menggambarkan belas kasihan Yesus ketika melihat orang banyak yang hidup seperti domba tanpa gembala. Para pemimpin mereka tidak sungguh-sungguh memedulikan keadaan umat dan gagal membawa mereka mengenali Mesias yang telah datang. Dari dua konteks berbeda ini ada dua nuansa kemendesakan yang dapat kita tangkap hendak disampaikan kepada kita.
Dalam Yohanes, Yesus berbicara tentang ladang yang menguning, apa yang dimaksud dengan ladang menguning? Ladang menguning bicara tentang kesiapan orang-orang untuk menerima injil bahwa Mesias telah hadir, mereka sudah lama menantikan hadirnya Juruselamat dan kini Ia telah tiba, hanya tidak ada orang yang memberitakannya kepada mereka. Yesus sendiri berkata bahwa yang Allah sendirilah yang sudah menabur benih dan mempersiapkan ladang sehingga murid hanya perlu menuai. Allah mempersiapkan mereka melalui para nabi yang terlebih dahulu menubuatkan hadirnya Juruselamat.
Satu hal penting lain yang disampaikan Yesus disini juga berkenaan dengan adanya batas waktu. Empat bulan bukan waktu singkat, juga bukan waktu yang panjang, melainkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dan bekerja. Hari menuai sendiri merupakan kiasan yang biasa dipakai dalam Alkitab untuk menggambarkan hari penghakiman. Para pekerja adalah mereka yang memberitakan injil Yesus kepada jiwa-jiwa yang sudah dipersiapkan Allah menantikan kabar keselamatan itu. Teks ini mengajarkan bahwa Allah memberi kita waktu yang cukup mengabarkan Injil, membawa jiwa-jiwa yang sudah dipersiapkan Allah berjumpa dengan Juruselamat sebelum hari penghakiman. Kita para murid-Nya perlu mengingat bukan kerasnya upaya dan kehebatan kita berbicara yang akan membawa seseorang bertobat, melainkan karya Allah yang terlebih dahulu bekerja dalam diri setiap orang yang mempersiapkan mereka kepada pertobatan, tugas kita memanen apa yang ditabur Allah.
Dalam injil Matius Yesus pertama-tama berbicara tentang keadaan orang-orang Israel pada waktu itu yang digambarkan seperti domba yang tidak memiliki gembala. Mengapa demikian? Gembala adalah kiasan dalam Alkitab yang menunjuk kepada pemimpin umat, baik itu pemimpin politik seperti raja, maupun pemimpin religius seperti imam dan nabi. Israel digambarkan sebagai domba tanpa gembala karena sekalipun mereka memiliki pemimpin yang menempati kursi jabatan namun tidak ada satupun diantara para pemimpin ini yang memedulikan nasib dari umat. Ketika Yesus datang dan memulai pelayanan-Nya Ia menyaksikan betapa besar antusiasme umat akan injil kerajaan sorga, juruselamat yang selama ini dijanjikan pada akhirnya datang. Sayangnya para pemimpin umat tidak memiliki antusiasme yang sama. Mereka tidak melihat Yesus sebagai Juruselamat sebaliknya mereka melihat-Nya sebagai ancaman. Sehingga alih-alih membawa umat berjumpa dengan Mesias yang dijanjikan mereka malah menentang dan mengecam Yesus di muka umum. Sehingga ketika Yesus berkata tentang tuaian banyak namun pekerja sedikit pertama-tama Ia berbicara tentang para pemimpin yang akan dibangkitkan untuk membawa umat mendekat kepada-Nya, dan inilah yang dilakukan para rasul setelah Yesus terangkat ke Sorga. Mereka menjadi para pemimpin baru umat Tuhan yang membawa mereka berjumpa dengan Mesias.
Dari dua teks ini ada dua peran dari para pengerja, pertama adalah pemberita injil yang memanen karya Allah dalam diri manusia dengan memberitakan injil. Kedua, pemimpin umat yang membawa umat Allah berjumpa Mesias. Dalam kedua peran ini ada satu nuansa yang sama bahwa Injil adalah berita yang dinantikan oleh orang-orang karena Injil adalah kabar baik datangnya Juruselamat. Karena itu seharusnya bukan ketakutan, kegentaran dan keraguan yang menghampiri kita melainkan jaminan bahwa ada jiwa yang membutuhkan dan yang akan menerima Injil dan Allah sudah mempersiapkan mereka untuk menerima saat Injil diberitakan.
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Dalam Yohanes 4:35–38, mengapa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”? Apa yang hendak Yesus ubah dari cara pandang para murid terhadap orang-orang di sekitar mereka?
Penerapan
Jika Anda pernah memberitakan injil, apa kesulitan terbesar yang Anda hadapi? Bagaimana mengatasinya?
SALING MENDOAKAN
Akhirilah Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain. [DK]
