Sent Beyond Our Excuses: Diutus Melampaui Alasan Kita
Yeremia 1:4–10
EKSPRESI PRIBADI
Kita tahu bahwa kita diutus sebagai murid-muridNya untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia. Ini adalah Amanat Agung Tuhan Yesus yang Ia berikan bukan hanya kepada para murid-Nya pada masa itu, tetapi kepada kita di masa saat ini. Hanya saja, tatkala panggilan itu menjadi panggilan pribadi dan menuntut kita untuk “pergi,” maka kita mulai berkata: “Maaf, saya belum siap,” “Maaf, saya tidak mampu,” “Maaf, saya masih banyak yang harus dikerjakan dan diurus.” Inilah reaksi kita tatkala panggilan untuk pergi datang kepada kita. Beribu macam alasan kita bisa berikan, yang penting bukan saya yang pergi tetapi orang lain. Pertanyaan adalah mengapa kita lebih cenderung memberikan alasan untuk tidak pergi daripada menjawab, “Saya siap untuk diutus?”
EKSPLORASI FIRMAN
Kisah panggilan Yeremia mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menunggu kesiapan manusia. Sebaliknya, Ia memanggil, memperlengkapi, dan menyertai mereka yang Ia utus. Tema ini menantang kita untuk melihat kembali: Apakah kita sedang hidup dalam panggilan Tuhan, atau justru bersembunyi di balik alasan? Ada beberapa yang bisa kita pelajari dari bagian ini.
Pertama, Tuhan memanggil dan menyiapkan sesuai dengan rancangan-Nya (ayat 4-5). Dari ayat 5 jelas dikatakan bahwa Allah mengenal, menguduskan dan menetapkan Yeremia sebagai nabi sebelum ia lahir. Bahkan sebelum terjadi pembentukan di dalam rahim, Allah sudah menyiapkan rencana hidup Yeremia sebagai nabi-Nya. Kata “menetapkan“ di dalam ayat 5 ini menegaskan siapa Allah dan siapa Yeremia. Allah adalah Allah yang menciptakan manusia dan Dia juga yang berdaulat atas hidup manusia. Dia berkehendak, maka semua akan terjadi.
Hal ini juga mengajarkan kepada kita bahwa panggilan kita sebagai alat-Nya bukanlah sebuah kebetulan, tetapi semua karena rencana dan kedaulatan Allah atas hidup kita. Dia sudah jauh merancang tugas dan panggilan hidup kita jauh sebelum kita ada di dalam dunia ini.
Kedua, Tuhan memberikan janji penyertaan-Nya (ayat 6-8). Tatkala Yeremia berusaha untuk mengelak dan lari dari panggilan Tuhan (”Ah Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai bicara, sebab aku ini masih muda”), Tuhan menegaskan siapa diri-Nya dan siapa Yeremia. TUHAN adalah Allah yang berdaulat atas hidup Yeremia dan bagian Yeremia hanya taat kepada-Nya. Walaupun demikian, TUHAN juga memberikan janji penyertaan-Nya kepada Yeremia, walaupun ia masih muda, tetapi Allah akan beserta dengannya. TUHAN berkata: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.”
Janji yang sama diberikan kepada kita. Tatkala Tuhan memanggil dan mengutus kita menjadi alat-Nya, bukan lagi masalah kita menerima atau menolak, tetapi yang dibutuhkan adalah sebuah ketaatan untuk mau pergi menjadi alatNya. Bagian Tuhan adalah Dia akan selalu beserta dengan kita dan Ia tidak akan pernah meninggalkan kita seperti yang Tuhan Yesus katakan: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.“ Karena itu, janganlah kita fokus kepada kelemahan kita, tetapi fokus kepada Allah yang menyertai kita selalu. (SO)
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Apa alasan yang paling sering Anda gunakan untuk menunda melakukan kehendak Tuhan?
Penerapan
Langkah konkret apa yang bisa Anda ambil minggu ini untuk taat pada panggilan Tuhan, meskipun belum merasa siap?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.
