No Turning Back: From Bitterness to Redemption (Tidak Berbalik: Dari Kepahitan kepada Penebusan)
Rut 1
EKSPRESI PRIBADI
C S Lewis adalah seorang yang sangat dikenal luar biasa dalam pemikiran-pemikiran Kristen, dia menulis banyak buku, yang begitu berpengaruh di abad ke-20. Dia juga pernah menghadapi fase gelap dalam hidupnya, yaitu dia kehilangan Joy, istrinya yang meninggal karena menderita kanker. Saat kehilangan Joy, CS Lewis mengalami kesedihan yang mendalam bahkan dengan jujur dia mengatakan ada perasaan marah dan ragu kepada Tuhan. Dalam jurnalnya yang ia mengungkapkan demikian: “Datanglah kepada-Nya ketika kebutuhanmu sudah sangat mendesak, ketika semua pertolongan lain tidak lagi berarti — dan apa yang kamu temukan? Pintu yang dibanting di mukamu, dan suara gerendel yang dikunci rapat dari dalam. Setelah itu, kesunyian.” (C.S. Lewis, A Grief Observed)
Pernahkah Anda berada di titik seperti Lewis, waktu kehidupan terasa begitu pahit dan gelap, Tuhan juga sepertinya diam dan seolah-olah tidak berbuat apa-apa? Apakah Anda bisa menceritakan, masa-masa paling sulit yang pernah Anda alami? Apa yang Anda lakukan di masa seperti itu?
EKSPLORASI FIRMAN
Ironi, itulah kenyataan hidup yang dihadapi oleh Naomi. Ironi pertama adanya kelaparan di kotanya yaitu Betlehem. Betlehem arti namanya adalah rumah roti, artinya tempat di mana seharusnya ada banyak makanan, tetapi kelaparan itu terjadi. Ironi kedua ketika mempertahankan kehidupan, berakhir dengan kematian. Suaminya meninggal, kemudian disusul dengan kedua anak laki-lakinya. Ironi ketiga dari kepenuhan menjadi kekosongan. Naomi pergi dengan keluarga yang lengkap, dia pergi dengan tangan yang penuh. Tetapi dia berkata, dia kembali dengan tangan yang kosong. Ironi keempat dari manis menjadi pahit. Hidupnya tidak lagi dilihatnya sebagai yang menyenangkan, manis, sesuai namanya. Malah yang pahit dialaminya, dan itu menjadi identitas yang dipercaya Naomi.
Kepahitan dalam hidup Naomi membuatnya kehilangan harapan. Dia tidak memiliki suami dan anak, di dunia kuno statusnya menjadi rentan, tanpa pelindung. Naomi pun mengatakan kepada Rut, dia sudah terlalu tua, dia tidak bisa menikah lagi, apalagi memiliki anak. Segala kemungkinan yang dipikirkannya semuanya buntu, pandangannya gelap, tidak tampak secercah harapan pun. Belum lagi dia merasa bahwa Tuhan itu sedang melawannya. Berulangkali dia berkata Tangan Tuhan teracung padaku…sebab yang Mahakuasa banyak melakukan yang pahit kepadaku…dengan tangan yang kosong Tuhan memulangkan aku…Tuhan telah naik saksi menentang aku dan Yang MahaKuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku. Ada sekitar 5 kali dia mengulang-ulang kalimat yang serupa, maka dia menatap hidup ini seakan-akan gelap, hidupnya tanpa masa depan.
Benarkah Tuhan sedang melawannya, membiarkannya terpuruk seperti itu, berdiam diri atas semua kepahitan dan kehilangan yang dialami Naomi? Sebenarnya begitu indahnya Tuhan hadir memelihara kehidupan Naomi, hanya Naomi yang sedang kalut dalam pergumulannya, tidak melihatnya sebagai pemeliharaan Tuhan.
Pertama, Tuhan membawanya pulang. Waktu Naomi memutuskan pulang, karena dia mendapatkan berita (ay.6) “sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.” Di tengah dirinya sudah tidak memiliki suami dan anak-anak, berita ini muncul. Bisa pas sekali waktunya, ini adalah jalan pulang Naomi kembali ke kampung halamannya. Dia tidak akan selamanya tinggal di tanah asing, hidup tidak menentu. Tuhan membawanya pulang kembali. Tetapi Naomi tidak melihatnya sebagai jalan untuknya kembali, hatinya terlalu pahit.
Kedua, adalah Tuhan memberikan Rut. Di kala banyak tragedi yang dihadapi oleh Naomi dan masa depannya tidak jelas. Menantunya ini dengan tulus dan setia mau mengikuti dia. Rut akan mengikuti Naomi sampai kematian yang memisahkan, itu berarti Rut akan bersama Naomi di dalam segala kesulitan, penderitaan, sakit, bahkan mengurus penguburannya.Tetapi Naomi tidak melihatnya, mungkin itu adalah hal yang biasa baginya, padahal itu sangat luar biasa.
Kita pun kadang karena terlalu pahit hati, kita tidak melihat adanya pemeliharaan Tuhan, padahal pemeliharaan Tuhan itu hadir dengan berbagai cara, termasuk cara-cara yang biasa. Kita kadang juga tidak suka Tuhan bekerja secara sunyi, kita lebih suka melihat Tuhan bekerja terang-terangan, menjawab segera semua pergumulan kita. Namun Tuhan bekerja luar biasa dalam segala kepahitan dialami dan dilihat Naomi, lebih dari yang Naomi pikirkan. Walaupun saat itu Naomi belum melihatnya, Tuhan sudah menyiapkan skenario penebusan ke depannya. Ada penebus, yaitu Boas (yang sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran Naomi), yang akhirnya mengambil Rut menjadi istrinya dan lahirlah Obed, yang menjadi nenek moyang Daud, terlebih sampai garis Mesias, Yesus Kristus yang menyelamatkan, semua karena kasih setia Tuhan.
Melihat kisah ini, John Piper berkata “Tuhan ingin kita tahu bahwa ketika kita mengikuti Dia, hidup kita selalu berarti lebih dari yang kita kira. Bagi orang percaya selalu ada hubungan antara peristiwa-peristiwa biasa dalam hidup dan karya Allah yang luar biasa dalam sejarah.” Bahkan di dalam situasi tergelap kita, Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya, belajarlah percaya meskipun kita belum melihat apa pun hari ini. (PD)
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Mengapa di dalam masa sulit dan gelap, kita bisa tetap percaya pada Tuhan yang selalu bekerja di dalam segala sesuatunya?
Penerapan
Pada saat yang begitu sulit, cobalah perhatikan pemeliharaan Tuhan pada hal-hal yang terasa biasa. Tuliskan 3 hal tersebut (kesehatan, teman yang menyapa, makanan, dll), karena di situlah pemeliharaan Tuhan bekerja.
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.
