Bagikan artikel ini :

No Turning Back: An Undivided Devotion (Tak Ada Jalan Kembali: Pengabdian Yang Tak Terbagi)

Lukas 9:62

 

EKSPRESI PRIBADI

Pengabdian adalah sebuah komitmen yang penuh untuk mendedikasikan diri pada satu tugas atau suatu panggilan hidup. Di dalam konteks Iman Kristen, pengabdian ini lebih ditekankan pada komitmen untuk mendedikasikan diri sebagai pengikut Kristus untuk seumur hidup. Biarpun ada rentang waktu di dalam lama pengabdian yang ditemukan di dalam Dunia ini. Misalnya bisa satu, lima, sepuluh, dua puluh lima bahkan sampai tiga puluh tahun lebih lamanya.

Tetapi semua rentang waktu ini, sebetulnya untuk menunjukkan adanya batasan waktu di dalam pengabdian. Namun pada saat memutuskan diri untuk menjadi pengikut Kristus, maka sudah tidak ada lagi ikatan di dalam rentang waktu pengabdian. Biarpun usia manusia ada batasnya, yaitu tujuh puluh sampai delapan puluh tahun. Namun demikiaan untuk menjadi pengikut Kristus, maka pengabdian diri sebagai Anak-anak Tuhan dan orang-orang percaya adalah sekali untuk seumur hidup, bahkan ikatannya sampai pada masa kekekalan.

Ini artinya sekali memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, maka pengabdian diri sebagai anak Tuhan dan orang percaya; adalah sekali untuk seumur hidup. Tidak bisa berhenti setelah sekian tahun untuk cuti, kemudian bisa dilanjutkan lagi, setelah habis cuti. Tidak bisa juga keluar - masuk dan berpindah-pindah "haluan" di dalam keimanan. Namun demikian, di dalam realitanya banyak terjadi dan ditemukan situasi yang diungkapkan.

Yang perlu diperhatikan dengan seksama bahwa kehebatan dan keagungan di dalam pengabdian itu, biasanya terlihat dengan jelas pada dua nilai dan karakter yang menjadi fondasi utamanya, yaitu Kasih dan kesetiaan (Ams. 3:3-4). Dua fondasi utama ini, membuat pengabdian menjadi sangat indah, menawan, kokoh, kuat, mendalam, berakar dalam bahkan menakjubkan. Sehingga biarpun ada goncangan, godaan dan pencobaan sekalipun terhadap kasih dan kesetiaan. Tidak akan pernah mengoyahkan, mengurangi, memudarkan apalagi sampai mengganti pengabdian dengan yang lain.

Sekali percaya tetap akan percaya menjadi pengikut Kristus. Sekali mengabdi pada Kristus, seumur hidup akan dilakukan. Sekarang sharingkan dalam kelompok sudah berapa lama menjadi pengikut Kristus? Selama menjadi pengikut Kristus, bagaimana kualitas pengabdian diri yang dipersembahkan kepada Kristus?

EKSPLORASI FIRMAN

Panggilan yang Kristus berikan untuk menjadi pengikut-Nya, mau tidak mau akan memposisikan siapapun yang berespon untuk berani memberikan keputusanya secara benar, jelas dan tegas. Tidak boleh ada penundaan, dibuat mengambang, apalagi dipermainkan. Kenapa tidak boleh? Alasannya, karena yang memanggil adalah Kristus yang adalah Allah. Dan juga yang terpenting panggilan Kristus ini sangat menentukan hidup dan mati seseorang di dalam mengalami keselamatan atau tidak!

Kalau diperhatikan dengan seksama, ungkapan: "tidak layak bagi kerajaan Allah" (ay. 62b), jelas berkenaan dengan kebenaran bahwa tidak setiap orang dapat masuk, apalagi tinggal di dalam Kerajaan Allah. Sekarang, apa itu Kerajaan Allah? Secara definisi Kerajaan Allah adalah tempat dimana Allah ada dan berada. Kalau Allah yang adalah pencipta ada dan berada, maka dimana tempat itu akan menjadi tempat yang sangat indah, menyenangkan, membahagiakan.

Tidak ada lagi dosa, kejahatan, penderitaan, hukuman, air mata, sakit-penyakit dan Iblis. Semua yang buruk, jelek, gelap serta menakutkan disingkirkan. Yang ada hanyalah hadirat Tuhan yang menghadirkan kebenaran, kekudusan, kesalehan dan penuh dengan bau harum serta penuh dengan pujian. Sungguh tempat yang sempurna yang pasti memberikan keselamatan bagi siapapun yang dilayakan dapat masuk dan tinggal di dalamnya. Karena kehebatan dan kesempurnaan dari tempat Allah inilah, yang membuat Kristus memberikan panggilan-Nya.

Tujuannya supaya melalui panggilan Kristus ini, tempat dimana Allah ada dan berada, menjadi terbuka untuk siapapun yang dilayakkan untuk masuk dan tinggal di dalamnya bersama Allah. Untuk dapat dilayakkan, kuncinya cuma satu saja, yaitu: punya hati untuk pengabdian kepada Allah! Dalam pengertian bagaimana?

Pertama, harus punya komitmen total kepada Kristus. Komitmen ini jelas berkenaan dengan kesadaran diri untuk mau mengikatkan diri pada Kristus selama hidup di dunia ini, yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Kristus melebihi apapun dan siapapun, termasuk orang tua serta keluarga. Disini jangan disalah mengerti. Penekanan pada "melebihi", haruslah dipahami pada pengertian "urutan." Jadi urutan pertama dan di atas haruslah Tuhan. Tidak boleh yang lain.

Kedua, harus berani bayar harga. Bayar harga disini lebih ditekankan pada segala resiko yang harus dihadapi pada saat memutuskan diri menjadi pengikut Kristus. Seperti yang Kristus katakan: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (ay. 58) Di dalam konteks iman Kristen, bayar harga disini, jelas berkenaan dengan kerelaan diri sebagai anak Tuhan dan orang percaya untuk tidak lagi menoleh ke belakang.

Apa maksudnya larangan menoleh ke belakang? Maksudnya jelas, jangan seperti istri Lot, pada saat meninggalkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan melarang tidak boleh menolak ke belakang, tetapi sayang sekali dia melakukan. Karena hati dan hidupnya terikat kepada hal-hal yang ada di Sodom dan Gemora. Sehingga di hukum menjadi tiang garam. Kalau sudah menjadi pengikuti Kristus, maka harus dapat meninggalkan semua perilaku dan kehidupan lama. Jangan tergoda lagi, ingin kembali kepada hal-hal yang berdosa, mengikuti keinginan dunia dan mencari kesenangan dunia. Berani mengatakan tidak untuk hal-hal yang demikian ini.

Ketiga, harus ada orientasi yang baru. Penekanan pada istilah "Kerajaan Allah," sebetulnya menunjuk pada arah hidup yang baru, yang harus dimiliki oleh para pengikut Kristus. Pengabdiannya, seperti yang pernah Rasul Paulus katakan: Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Apa yang dimaksudkan?

Yang dimaksudkan sangatlah jelas, yaitu pada waktu merencanakan segala sesuatu, bertindak dan berperilaku; haruslah terlebih dahulu yang dipikirkan adalah apakah ini sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, dalam hal ini Kristus? Mendatangkan pujian, kehormatan dan kemuliaan bagi Kerajaan Allah, dimana Kristus dan Bapa ada di sana? Inilah orientasi baru, yang perlu diperjuangkan dan diusahakan oleh setiap orang percaya.

Kalau ketiga hal yang di atas sungguh menjadi panggilan hidup setiap orang yang menjadi pengikut Kristus. Maka hal inilah yang membuat pengabdian anak Tuhan dan orang percaya menjadi utuh! (LHP)

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Pengabdian sering kali goyah karena masalah kasih dan kesetiaan. Dalam realita hidup sehari-hari, "berhala" atau hal duniawi apa yang paling sering menggoda Anda untuk "menoleh ke belakang" dan kehilangan fokus pada Kristus?

Penerapan

Cara-cara apa saja yang bisa memperdalam kasih dan kesetiaan Anda kepada Kristus, sehingga pengabdiaan kepada Kristus menjadi makin solid?

SALING MENDOAKAN

Akhiri care group dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.