Living Beyond Selves Hidup Melampaui Diri Sendiri
Galatia 6:6-10
EKSPRESI PRIBADI
Tuhan Yesus pernah mengajarkan sebuah prinsip yang penting mengenai hati manusia, “karena di mana hartamu berada, di situ hatimu berada.” (Mat. 6:21) Pengajaran ini secara mendalam menunjukkan bahwa hati manusia akan terarah kepada sesuatu yang dianggap berharga. Prinsip ini juga dapat menunjukkan apa yang kita pandang berharga pada masa ini. Ke mana Anda memprioritaskan waktu, uang, dan pikiran anda, akan menunjukkan “harta” Anda berada. Mari jujur dengan saudara/i di dalam Care Group, jika Anda mau mengevaluasi hidup Anda, siapa atau apa yang menjadi “harta” Anda hari ini?
EKSPLORASI FIRMAN
Manusia boleh saja memiliki “harta” di dalam hidupnya tetapi Tuhan menciptakan manusia bukan hanya untuk mengejar atau menjaga harta itu. Tuhan menciptakan manusia untuk hidup mengasihi Tuhan, sesama, dan dunia ciptaan (Kej. 1:28; Mat. 22:37-40). Namun, setelah dosa masuk ke dalam hidup kita maka panggilan Tuhan itu dibengkokkan fokusnya kepada diri sendiri (egoisme). Hari demi hari dalam hidup dijalani untuk kelangsungan, kenyamanan, dan kemashyuran hidup. Rasul Paulus kembali memanggil jemaat Galatia untuk hidup melampaui pengaruh dosa itu.
strong>Bukti Hidup Melampaui Diri Sendiri
em>“Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” ay. 6
Panggilan yang diberikan oleh Paulus diberikan agar jemaat Galatia memperhatikan guru-guru Injil yang ada di gereja mereka. Panggilan yang unik yang ada di Perjanjian Baru (PB). Namun, panggilan ini sangat diperlukan karena jemaat Galatia memiliki masalah dengan pengajar-pengajar palsu yang berusaha mengajar yang salah ke jemaat untuk kepentingan mereka. Pengajar-pengajar palsu itu berusaha mewarnai jemaat dengan hukum Taurat agar mereka mendapat nama di jajaran petinggi agama bangsa Yahudi.
Paulus mengingatkan jemaat untuk tidak lalai mendukung kehidupan guru-guru yang memberi pengajaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Hal ini juga berkaitan dengan Paulus mengatakan “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (6:2) Ketika jemaat menggunakan sumber daya dalam hidup mereka untuk menanggung pengajar Firman, mereka membuktikan bahwa hukum Kristus hidup dalam dirinya.
strong>Prinsip Hidup Melampaui Diri Sendiri (ay. 7-8)
em>“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” ay. 7
Bukti seseorang hidup melampaui dirinya sendiri adalah ia mau mendukung pengajar Firman yang hidupnya dikhususkan untuk mengajar, tetapi ada prinsip yang melatar belakangi kebenaran ini. Prinsip hidup melampaui diri sendiri adalah Allah akan membalas manusia sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Hal ini tidak berarti keselamatan kita dapat hilang karena prinsip keselamatan adalah anugerah yang didapat oleh iman kepada Tuhan Yesus (Ef. 2:8-9). Prinsip ini berlaku tentang kehidupan yang berlaku di muka bumi ini.
Seseorang yang menabur dalam kedagingan akan menabur kehancuran, berbeda dengan orang yang menabur dalam Roh akan menuai janji hidup kekal (ay. 8). Di sini Paulus membedakan dua macam orientasi hidup, satu kedagingan yang berfokus untuk menyenangkan diri sendiri dan satu kerohanian atau dalam Roh. Seseorang yang menabur dalam kedagingan memang akan menghasilkan kehancuran seperti yang Paulus tuliskan di Galatia 5:19-21 (minta salah satu anggota membacakan). Berbeda dengan menabur dalam Roh yang tentunya akan menghasilkan kehidupan yang membawa kehidupan.
strong>Janji Hidup Melampaui Diri Sendiri (ay. 9-10)
Salah satu hal yang orang percaya harus pegang adalah Tuhan tidak akan lalai memberikan apa yang kita tuai dalam kehidupan. Paulus mengingatkan bahwa “jika kita tidak lemah” maka kita akan menuai perbuatan baik kita. Inilah janji Tuhan yang dapat kita pegang dengan teguh. Janji ini bukan sekadar motivasi pribadi, melainkan penghiburan bagi setiap orang yang berjalan dalam panggilan misi Allah. Ketika seseorang setia menabur dalam Roh—mendukung pelayanan Firman, menjangkau yang terhilang, melayani yang membutuhkan—ada kepastian bahwa Allah yang setia akan memastikan tuaian itu tiba pada waktunya (ay. 9).
Panggilan Paulus untuk terus berbuat kebaikan ini didasari dari Injil kehidupan yang mengubah hidup orang percaya dari dalam. Hidup dalam daging yang transaksional, diubahkan oleh Injil keselamatan menjadi kehidupan yang memberi diri. Ayat 10 secara khusus menegaskan bahwa lingkup kepedulian kita tidak terbatas pada sesama anggota jemaat saja, tetapi mencakup “semua orang.” Inilah dimensi misi dari panggilan Kristus: Injil yang kita terima bukan untuk disimpan, melainkan untuk disebarkan. Setiap tindakan kebaikan yang diarahkan kepada dunia yang terhilang adalah taburan dalam Roh yang akan menghasilkan tuaian kekal. Dengan demikian, hidup melampaui diri sendiri bukanlah sekadar kebajikan moral, melainkan respons iman kepada misi Allah yang besar bagi dunia ini. Kiranya bulan misi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bertanya: di mana dan kepada siapa kita dapat menabur bagi Kerajaan Allah? [JP]
APLIKASI KEHIDUPAN
strong>Pendalaman
Paulus memperingatkan bahwa seseorang bisa saja terlihat religius tetapi sesungguhnya sedang menabur dalam kedagingan (ay. 7-8). Menurut Anda, apa tanda-tanda konkret bahwa hidup seseorang lebih banyak “menabur bagi diri sendiri” daripada “menabur bagi Roh”?
strong>Penerapan
Galatia 6:10 memanggil kita untuk berbuat baik kepada “semua orang,” termasuk mereka di luar komunitas iman. Di bulan misi ini, satu langkah konkret apa yang dapat Anda ambil minggu ini untuk menabur bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus di sekitar Anda?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain
