LED BY SPIRIT, SENT WITH PURPOSE (Dipimpin oleh Roh, Diutus dengan Tujuan)
Kisah Para Rasul 16:6-12; 1:8
EKSPRESI PRIBADI
Salah satu pertanyaan yang paling sering saya dengar dari jemaat, selain "melakukan ini atau itu dosa tidak ya?" adalah "bagaimana cara tahu kehendak Tuhan?" Kita sering mendengar perintah untuk mengikuti kehendak Tuhan, dan seperti judul hari ini, "dipimpin oleh Roh." Kelihatannya mudah, seolah-olah kita pasif saja sementara Tuhan yang akan menarik tangan kita. Kenyataannya, mengetahui pimpinan Tuhan sangatlah sulit. Tidak banyak di antara kita yang pernah bertemu Tuhan dalam mimpi atau melalui penglihatan-penglihatan. Tidak seperti tokoh-tokoh Alkitab yang sering kita baca, kita tidak menerima pewahyuan langsung dari Tuhan.
Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini? Merasa hilang arah dan bertanya-tanya apakah memang Tuhan sedang menuntun Anda?
EKSPLORASI FIRMAN
Kisah Para Rasul. 16:6-12 menuliskan bagaimana Rasul Paulus hendak memulai perjalanan misinya yang kedua sesudah Sidang Yerusalem (Kis. 15). Awalnya Paulus berencana untuk mengabarkan Injil ke daerah Asia Minor dan Bitinia (sekarang Turki). Tetapi Roh Kudus bukan hanya satu kali tetapi dua kali mencegah Paulus untuk datang ke daerah tersebut. Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Paulus ini?
- Rasul Sekaliber Paulus Saja Tidak Langsung Bisa Tahu Kehendak Tuhan!
Paulus adalah salah satu rasul yang paling mengagumkan di seluruh Alkitab. Tetapi coba baca bagian ini. Roh Kudus tidak serta-merta datang ke Paulus dan berkata, "Jangan ke Asia Minor! Aku mau kamu ke Eropa!" Cara Tuhan menyatakan kehendak-Nya adalah dengan menutup pintu. Tuhan menutup pintu di hadapan Paulus dua kali tanpa berkata apapun, sebelum akhirnya membuka pintu untuk ia mengabarkan Injil ke Eropa.
Itulah cara kerja Tuhan. Kadang Tuhan menutup pintu duluan sebelum memberitahukan kehendak-Nya. Kenapa? Untuk memurnikan motivasi kita. Tentu, masa-masa ketika Tuhan menutup pintu demi pintu adalah pengalaman yang sangat tidak mengenakkan. Saya yakin, meski tidak ditulis secara detail dalam Alkitab, Paulus juga mengalami kebingungan saat melihat bagaimana jalannya ke Bitinia dan Asia Minor ditutup di depan matanya, tanpa ada petunjuk dari Tuhan. Barulah sesudah itu, Roh Kudus memberitahukan kehendak-Nya kepada Paulus melalui penglihatan.
Jadi, janganlah kita berkecil hati kalau kita masih berada dalam masa-masa ketika Tuhan menutup pintu. Paulus juga pernah mengalami hal ini, sampai pada akhirnya Tuhan membuka satu pintu baginya melangkah.
- Tidak Selalu Tuntunan Roh Kudus Membawa Kita kepada Hal yang "Mentereng"
Ketika mendengarkan tentang "pimpinan Roh Kudus," yang terbayang di kepala kita adalah bagaimana Petrus berkotbah dan seketika 3000 orang bertobat (Kis. 2:14-40). Kita selalu membayangkan bahwa tuntunan Roh Kudus pasti bertujuan untuk membawa kita ke suatu tujuan yang mengagumkan dan kelihatan hebat secara duniawi. Padahal, coba lihat bagian ini. Tuhan melarang Paulus ke Asia dan malah membawanya ke Eropa. Mengapa? Apakah karena Eropa lebih baik dari Asia? Tidak juga. Memang ada beberapa penafsir yang berpendapat demikian karena peradaban Eropa lebih maju dari Asia. Namun ini salah karena peradaban Asia, khususnya Dinasti Han, juga sama bahkan lebih berkembang daripada Kekaisaran Roma pada masa itu. Secara jumlah orang percaya maupun pengembangan kebudayaan, tidak ada bedanya jika Injil tersebar ke Eropa ataupun ke Asia.
Jadi, mengapa Tuhan menghendaki Paulus ke Eropa dan bukan Asia? Jawabannya tersirat pada bagian ini. Pada ayat 7-8 narator atau penulis Alkitab menggunakan kata "mereka" untuk merujuk pada Paulus dan timnya. Pada ayat 10, sesudah Paulus mendapat visi ke Makedonia, ia menggunakan kata "kami." Apa artinya? Artinya adalah penulis Kisah Para Rasul, yakni Lukas, baru bergabung dengan Paulus ketika Paulus akhirnya menaati jalan Tuhan dan pergi ke Makedonia! Untuk itulah Tuhan memanggil Paulus ke Makedonia: untuk seorang dokter bernama Lukas. Lukas nantinya akan menjadi penulis Injil Lukas, injil terpanjang di Alkitab dan Kisah Para Rasul.
Jadi, jangan pernah menilai apakah Roh Kudus menuntun kita atau tidak berdasarkan betapa "menterengnya", betapa "hebohnya", betapa "besarnya" apa yang kita capai dengan kacamata dunia: Gereja yang penuh, acara yang sukses, usaha yang menghasilkan banyak keuntungan dan sebagainya. Kadang Roh Kudus memanggil kita untuk sesuatu yang kelihatan remeh di mata dunia, hanya satu jiwa, tetapi yang satu itu akan Tuhan pakai secara luar biasa. Yang penting adalah kita tetap setia dan tidak meragukan tuntunan-Nya. Pada akhirnya, Tuhanlah yang menyempurnakan semua pekerjaan kita. (DO)
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Menurut Anda, mengapa kadang kala Tuhan menutup pintu dahulu, sebelum membuka pintu yang Ia ingin Anda masuki? Mengapa Tuhan tidak langsung saja mengatakan apa yang Ia kehendaki Anda lakukan (mis: dengan penglihatan, mimpi, dsb.)?
Penerapan
Apa yang harus Anda lakukan ketika Anda berada di masa-masa dimana Tuhan menutup pintu-pintu tetapi belum membuka? Dan apa yang harus Anda lakukan ketika hasil dari ketaatan Anda kepada tuntunan Tuhan tidak "sementereng" dan "seheboh" yang Anda bayangkan?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain
