Arsip tema sepekan

Bagikan artikel ini :

Hidup yang Tersembunyi dalam Kristus

Persatuan dengan Kristus (Union with Christ)

Keselamatan manusia dimulai saat mereka disatukan dengan Kristus (1Kor. 1:30; Ef. 1:3). Ketika panggilan efektif Allah diberikan dan hati manusia diperbarui oleh Roh Kudus, mereka beriman dan bertobat (Rm. 8:30; Yeh. 36:26-27; Yoh. 3:5-6). Melalui iman itulah relasi mereka dengan Kristus dipulihkan, dan mereka dipersatukan dengan-Nya (Ef. 2:8; Gal. 2:20; Yoh. 15:4). Oleh sebab itu, penyatuan ini murni karya Roh Kudus, terjadi melalui iman, dan berdasar pada anugerah semata (Tit. 3:5; Rm. 11:6).

Setelah relasi dipulihkan dan kita disatukan dengan Kristus, menyusul berbagai buah anugerah yang kita nikmati (1Kor. 1:30). Kita dibenarkan, dikuduskan, dan diangkat menjadi anak (Rm. 5:1; 1Kor. 1:2; Gal. 4:4–7). Pada akhirnya, dan pada waktu-Nya, kita juga dimuliakan oleh-Nya (Rm. 8:30; Kol. 3:4).

Dan selama kita hidup di dunia ini, dalam masa penantian untuk dimuliakan, kita terus-menerus dikuduskan (progressive sanctification). Dalam proses ini, kita mengalami jatuh bangun dalam kehidupan beriman. Namun ada satu penghiburan bagi kita bahwa di tengah proses tersebut, kita boleh merasa aman dan tidak perlu berputus asa, karena hidup ini adalah “hidup tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah” (Kol. 3:3; 1Yoh. 3:2; Rm. 8:24-25).

Apakah yang dimaksud dengan hidup tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah? Pertama, hidup dengan identitas baru di dalam Kristus. Kedua, hidup dengan rasa aman di dalam Allah, yang memotivasi kita untuk hidup dalam ketaatan.

Transformasi Identitas

Hidup tersembunyi dalam Kristus ditandai dengan adanya transformasi hidup orang percaya. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17). Dosa-dosa harus ditinggalkan: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, marah, geram, kejahatan, fitnah, dusta, dan kata-kata kotor (Kol. 3:5, 8-9). Bukan saja dosa-dosa harus dimatikan dan dibuang, tetapi orientasi, motivasi, dan tujuan hidup pun harus berubah. “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol. 3:2). Mengarahkan hidup dan motivasi kepada Kerajaan Allah daripada mencari kenyaman di muka bumi.

Etika Kristen muncul sebagai buah dari identitas baru, bukan sekadar kepatuhan legalistik. Kita hidup sesuai dengan status siapa diri kita di dalam Kristus, sehingga tindakan etis bukan hanya aturan moral, tetapi refleksi dari identitas baru itu.

Keamanan dan Motivasi dalam Ketaatan

Hidup tersembunyi dalam Kristus juga memberi jaminan dan keamanan; ini adalah hidup yang aman (Kol. 3:3; Yoh. 10:28). Hidup orang percaya seumpama seorang bayi yang baru lahir: ia telah memperoleh identitas yang baru di dalam Kristus dan akan terus bertumbuh (2Kor. 5:17; 1Ptr. 2:2). Namun, sebagai bayi, ia masih lemah dan rentan terhadap berbagai bahaya. Orang tua yang baik tidak membiarkan bayi mereka terekspos kepada dunia luar, tetapi membungkusnya dengan kain lampin dan menjaganya dalam gendongan mereka (Yes. 40:11). Demikian pula Kristus tidak membiarkan kita terekspos telanjang kepada dunia yang penuh kejahatan, melainkan menyembunyikan kita bersama dengan Dia (Kol. 3:3).

Persembunyian ini adalah perlindungan ganda, hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah (Kol. 3:3). Di dalamnya kita melihat karya Allah Tritunggal yang indah – Roh Kudus yang menjaga dan memelihara iman kita (Ef. 1:13–14), darah Yesus Kristus yang melindungi dan menyucikan kita (Ibr. 9:14; 1Yoh. 1:7), serta tangan Allah Bapa yang setia memelihara umat-Nya (Yoh. 10:29). Oleh karena itu, tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus Yesus (Rm. 8:38–39).

Dalam perlindungan yang berlapis ini, kita menerima rasa aman yang memotivasi ketaatan untuk menuruti kehendak Allah. Tangan Allah menyertai orang percaya, sehingga tindakan moral tidak lagi bergantung pada penerimaan manusia. Dengan demikian, ketika orang percaya hidup saleh dan berbuat baik, hal itu bukan sekadar demi reputasi atau pujian manusia, melainkan sebagai respons atas keselamatan dan identitas yang telah Allah anugerahkan.

Penutup

Hidup tersembunyi di dalam Kristus menegaskan bahwa seluruh keberadaan orang percaya – Identitas, keamanan, dan ketaatan – berakar pada persatuan dengan Kristus yang dikerjakan oleh anugerah Allah. Dalam masa penantian menuju kemuliaan, hidup ini mungkin tidak mencolok di mata dunia, namun dijaga dengan sempurna di dalam Allah. Dari hidup yang tersembunyi inilah mengalir ketaatan yang sejati, bukan sebagai upaya membuktikan diri, melainkan sebagai pancaran alami dari hidup yang telah diselamatkan dan dipulihkan di dalam Kristus. **PD