Bagikan artikel ini :

Growing Through Relationship: Exposing ‘’Me-Christianity’’ (Bertumbuh melalui relasi: Menyingkap Kekeristenan yang berpusat pada diri)

Ibrani 10: 24-25

 

Ekspresi Pribadi

Sebuah buku yang berjudul I Am a Church Member penulisnya mengatakan demikian: Banyak gereja lemah karena memiliki anggota yang menjungkirbalikkan arti dari keanggotaan gereja. Keanggotaan gereja kadang dipandang sama dengan keanggotaan dari sebuah klub hobi, bahkan dari sebuah supermarket. Dapat poin apa yah, dapat keuntungan apa yah? Mereka hanya memandang gereja dari keuntungan apa yang bisa diperoleh. Jika gereja tidak lagi menguntungkan, mereka akan dengan mudah angkat kaki. Di sisi lain, ada orang yang mengisolasi diri dari komunitas orang percaya. Mereka datang ke gereja hanya untuk beribadah, tetapi tidak mau dikenal dan membangun relasi dengan orang lain. Sayang sekali jika ada orang Kristen yang kehilangan arti menjadi bagian dari sebuah komunitas orang percaya. Mengapa penting orang percaya hidup di dalam komunitas?

 

Eksplorasi Firman

Ada hubungan yang sangat erat antara iman kita di dalam Yesus Kristus dengan panggilan untuk kita hidup di dalam komunitas orang percaya. Setelah menjelaskan apa yang telah Tuhan Yesus lakukan, penulis surat Ibrani memberikan tiga ajakan kepada orang percaya. Pertama semakin dekat kepada Tuhan dengan hati yang tulus, karena Kristus sudah membuka jalan (Ibr.10:22). Kedua, untuk tetap berpegang teguh pada pengharapan di dalam Kristus (Ibr.10:23). Ketiga, setiap orang percaya saling terkoneksi untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama di dalam perjalanan iman di dalam Kristus (Ibr. 10:24).

Jadi orang percaya tidak dipanggil untuk hidup di dalam imannya sendirian, desain Tuhan adalah hidup di dalam komunitas bersama-sama. Menariknya adalah penulis kitab Ibrani ini tidak memakai kata ganti orang kedua (kalian atau kamu) untuk bicara dengan orang-orang percaya lainnya, dia memakai kata ‘kita’, menunjukkan pertama-tama bahwa dia dan orang-orang percaya penerima surat sebagai bagian satu kesatuan (bdk. Ef.4:16), selanjutnya ini juga menegaskan bahwa dia dan orang-orang percaya lainnya memiliki panggilan yang sama untuk hidup di dalam komunitas ini.

Namun memahami bahwa desain kita hidup di dalam komunitas belumlah cukup, karena selanjutnya dikatakan (Ibr. 10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ini bukan sekadar ajakan agar orang percaya saling mengasihi. Ada sesuatu yang lebih dalam dari itu. Seorang percaya harus memikirkan saudara seimannya bertumbuh di dalam kasih dan pekerjaan baik. Ini semua tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari mengenal seorang akan yang lainnya. Relasi ini tidak berlangsung satu arah, di mana seseorang hanya menuntut orang lain untuk memberi. Sebaliknya, ini adalah relasi dua arah, di mana setiap orang terlibat untuk saling menumbuhkan satu sama lain. Ada keterlibatan yang aktif dari setiap orang percaya untuk melakukan ini.

Untuk mencapai semuanya itu maka penulis mengingatkan dan mendorong untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibr. 10:25). Seringkali ada kalimat seperti ini untuk mendorong orang datang ke gereja atau pertemuan orang percaya lainnya “Kalau ke gereja lihat Tuhannya saja” Bukankah kalau tujuan ibadah itu kalau hanya lihat Tuhannya saja, kita tidak usah menghadiri pertemuan ibadah dan bertemu dengan saudara seiman lainnya? Bukankah itu bisa dilakukan di rumah, dengan ibadah-ibadah online? Tetapi justru perjalanan dan pertumbuhan iman itu tidak didesain seorang diri, ada saudara seiman yang bersama-sama hadir di dalamnya. Kata ‘menasihati’ di dalam bahasa aslinya bisa berarti juga menguatkan / mendampingi. Tuhan menempatkan setiap orang percaya lainnya untuk kita saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Apalagi menghadapi dunia dengan tantangan yang berat, adanya godaan-godaan dosa, ajaran-ajaran sesat, tekanan hidup, dll.

 

Aplikasi Kehidupan

Pendalaman

Apa yang akan terjadi pada orang percaya yang hidup mengisolasi diri dan tidak mau hidup bersama di dalam komunitas orang percaya?

Penerapan

Coba bagikan kisah Anda adakah orang yang berpengaruh pada perjalanan iman Anda? Pikirkan juga satu orang di gereja yang dapat Anda kuatkan dan dampingi dalam perjalanan imannya, sehingga ia semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

 

Akhirilah Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain. [RR]