Growing Deep in the Word: Rooted in Truth (Bertumbuh Mendalam dalam Firman: Berakar dalam Kebenaran)
Lukas 24:13-35
EKSPRESI PRIBADI
Care Group, atau nama kelompok kecil pemuridan di GII Hok Im Tong adalah sebuah kendaraan utama yang gereja pakai untuk menggembalakan serta mendidik jemaat bertumbuh dalam iman yang berdasar firman Tuhan. Mari mengadakan sedikit tes untuk melihat sejauh mana anggota berakar dalam firman. Mintalah anggota Care Group anda membagikan apa yang mereka dengar di khotbah hari Minggu. Lalu mintalah untuk membacakan ayat-ayat Alkitab yang pernah diingat. Tidak masalah jika tidak dapat mengingat, justru itulah poinnya. Menghafal dan mengingat firman Tuhan adalah langkah pertama untuk hdup berakar dalam firman Tuhan.
EKSPLORASI FIRMAN
Hidup berakar dalam firman adalah tanda murid Yesus seperti yang terlihat dalam bagian Alkitab hari ini. Tantangan yang utama untuk hidup tertanam dalam Firman pada masa kini adalah banyaknya distraksi di sekitar kita. Distraksi ini bukan hanya berbicara tentang masalah-masalah dalam kehidupan tetapi juga banyaknya konten-konten hiburan atau media social yang berusaha membentuk kita menjadi penikmat yang pasif. Mari bersama-sama sebagai murid Yesus, kita perlahan mendalami makna berakar dalam kebenaran.
Membicarakan Firman Tuhan (ay.13-17)
Kedua murid yang berjalan ke Emaus menunjukkan mereka tertanam dalam firman sehingga mereka terus membicarakan tentang Yesus. Peristiwa ini terjadi setelah mereka mendengar bahwa Yesus telah bangkit dari kubur (bdk. ay.24). Mereka sedang dalam kondisi yang bingung dan sedih, tetapi mereka tidak lalai untuk membicarakan tentang firman Tuhan. Hal yang terlihat sederhana, tetapi tindakan yang mereka lakukan di saat hidup terasa berat menunjukkan hal yang penting untuk mereka. Tuhan Yesus tidak meninggalkan mereka dalam pergumulan, Ia hadir dalam diskusi mereka (ay. 17).
Membicarakan firman Tuhan dapat terlihat gampang sehingga diremehkan, tetapi tindakan ini menunjukkan seberapa penting firman itu dalam hidup kita. Jika Anda merefleksikan kembali kehidupan bersama dengan anggota Care Group Anda, seberapa banyak Anda membicarakan firman Tuhan? Seberapa dalam firman Tuhan mempengaruhi hidup Anda, terlebih dalam menghadapi hidup yang semakin rumit ini? Tuhan Yesus berjanji, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20 TB). Membicarakan firman adalah langkah pertama.
Mendasarkan Pengharapan dalam Yesus (ay.18-27)
Ketika Yesus bertanya apa yang sedang mereka percakapkan, pertanyaan itu membuka isi hati kedua murid. Mereka mengenal Yesus sebagai seorang nabi—perwakilan Allah seperti para nabi zaman lampau—yang berkuasa dalam perbuatan dan perkataan serta melakukan banyak mukjizat, tetapi akhirnya disalibkan (ay. 19-20). Mereka pernah menaruh pengharapan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel (ay. 21). Pengharapan mereka tidak salah alamat, tetapi salah bentuk. Mereka menantikan pembebas politik dari penjajahan Roma, bukan Mesias yang harus menderita untuk menebus umat-Nya dari dosa.
Perhatikanlah cara Yesus menolong mereka. Ia tidak langsung menyatakan diri, melainkan menegur kelambanan hati mereka untuk percaya (ay. 25), lalu menjelaskan apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi (ay. 27). Seluruh Perjanjian Lama merujuk kepada Kristus. Pengharapan yang teguh tidak dibangun di atas gambaran kita tentang siapa Yesus seharusnya, melainkan di atas kesaksian seluruh Alkitab tentang siapa Dia sesungguhnya. Teguran di ayat 25 juga mengingatkan kita: hati yang lamban percaya tidak dapat membuka dirinya sendiri. Kita membutuhkan anugerah Kristus untuk memahami Kitab Suci yang bersaksi tentang Kristus. Oleh karena itu, setiap kali kita membuka Alkitab, mulailah dengan doa memohon Dia sendiri menerangi hati kita.
Membagikan Firman Tuhan (ay.28-35)
Kebenaran firman yang digali secara mendalam selalu mengubah orang. Kedua murid yang tadinya sedih dan tawar hati menerima kekuatan baru setelah mendengar penjelasan firman dan bersekutu dengan Yesus. Ketika Ia mengambil roti, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka, terbukalah mata mereka dan mereka mengenali Dia (ay. 30-31). Lalu mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (ay. 32). Firman membuka hati; pemecahan roti membuka mata rohani. Bukanlah kebetulan bahwa persekutuan Care Group minggu ini mengikuti ibadah Perjamuan Kudus. Di meja perjamuan, kita menerima firman yang kelihatan—tanda yang meneguhkan janji anugerah Kristus yang telah kita dengar.
Firman yang dibaca dan dialami membawa perubahan dalam kedua murid itu. Mereka langsung bangun dan kembali ke Yerusalem, menempuh lagi perjalanan jauh yang baru saja mereka lalui, untuk bersaksi kepada murid-murid yang lain tentang Tuhan yang bangkit (ay. 33-35). Bandingkanlah keadaan mereka di awal dan di akhir perikop ini: dari langkah bimbang penuh dukacita menjadi langkah bergegas penuh sukacita. Firman yang berakar tidak pernah berhenti pada diri sendiri; ia meluap menjadi kesaksian. Care Group yang berakar dalam kebenaran akan menjadi persekutuan yang saling meneguhkan dan bersaksi bagi dunia. [JP]
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Kedua murid Emaus mengetahui semua fakta tentang kematian dan kabar kebangkitan Yesus (ay. 22-24), tetapi mereka tetap kecewa dan bingung. Berdasarkan perikop ini, apa perbedaan antara mengetahui fakta tentang Yesus dan sungguh-sungguh mengenal Dia melalui seluruh Kitab Suci?
Penerapan
Langkah konkret apa yang akan Anda ambil minggu ini untuk berpindah dari membaca firman sepintas kepada menggali firman secara mendalam, dan bagaimana anggota Care Group dapat saling menolong agar langkah itu benar-benar terjadi?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain
