Bagikan artikel ini :

Yang Taat, Yang Diuji Paling Berat

2 Tawarikh 14:2-15

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekutanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
- 1 Korintus 10:13

 

Sesudah kedua raja yang jahat, Rehabeam dan Abia, kini Yehuda Selatan berada di bawah pimpinan Asa yang “melakukan apa yang baik dan yang benar di mata Tuhan, Allahnya” (ay. 2). Sepak terjang Raja Asa baik dalam aspek spiritual dan politik, yakni menyingkirkan penyembahan berhala serta membangun tembok-tembok kota yang kuat, membuat mereka dapat hidup selama beberapa tahun dalam keamanan.

 

Tak diduga, mendadak mereka mendapat penyerangan dari Etiopia (ay. 9). Di dalam bahasa aslinya, kata eleph dipakai dua kali di ayat tersebut, secara literal berarti “seribu seribu”, menekankan suatu jumlah yang sangat besar. Beberapa ahli biblika mengemukakan bahwa angka tersebut adalah jumlah pasukan terbesar yang dicatat di Alkitab. Selain itu, beberapa versi terjemahan Alkitab menuliskan bahwa jumlah kereta Zerah bukan 300 melainkan 20.000. Intinya, berapa pun angka spesifiknya, angka ini jauh melampaui pasukan Asa yang hanya berjumlah 580.000 orang (ay. 8). Mengapa Tuhan mengizinkan Asa mengalami masalah besar?

 

Jawabannya, karena Tuhan hendak menguji Asa. Asa taat kepada Tuhan dalam kehidupan yang penuh keamanan dan kelimpahan. Namun, apakah ia masih akan tetap setia kepada Tuhan atau malah berbalik karena kecewa kepada Tuhan? Rupanya Asa tetap mengandalkan Tuhan, sebagaimana tercacat dalam doanya di ayat 11. Tuhan akhirnya menolong dan memberinya kemenangan, bahkan dengan pasukan yang lebih kecil. Tak hanya itu, mereka berhasil menjarah kota-kota musuh dan merebut banyak ternak.

 

Kisah Asa menunjukkan bahwa bukan sesuatu yang janggal jika orang yang taat dan saleh mengalami ujian terberat Tuhan. Rehabeam dan Abia yang jahat tidak pernah digempur musuh sebesar ini, tetapi Asa mengalaminya. Ada banyak tokoh Alkitab lain, seperti Ayub yang mengalami musibah besar dan Rasul Paulus yang mengalami banyak kesulitan dalam pelayanannya, padahal mereka adalah orang-orang yang saleh.

 

Satu hal yang pasti, tidak peduli seberapa pun beratnya suatu pergumulan, ia tidak akan melampaui kekuatan kita. Mengapa? Karena Tuhan-lah yang memberikan kekuatan jauh melebihi besarnya pergumulan kita.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sedang atau pernah mengalami kekecewaan terhadap Tuhan karena menghadapi suatu masalah atau pergumulan berat?
  • Mengapa Tuhan mengizinkan Anda menghadapi pergumulan berat tersebut? Bagaimana Anda merespons dan mengantisipasi pergumulan tersebut?