Wanita-Wanita Hebat
Markus 15:40-41
Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.
- Markus 15:41
Jemaat di gereja-gereja biasanya jumlah wanitanya lebih banyak daripada pria. Begitu pula para pelayan Tuhan, jumlah wanita yang melayani biasanya lebih banyak dibandingkan pelayan prianya. Puji Tuhan kalau jumlah para pria yang melayani dan hadir di gereja Anda begitu banyak. Jangan salah sangka, renungan ini bukan untuk merendahkan kaum pria karena saya yang menulis renungan ini pun seorang pria.
Mari kita melihat bagian firman Tuhan di saat Tuhan Yesus disalibkan, sampai kematian dan kebangkitan-Nya. Perikop bacaan mencatat para wanita yang menyaksikan waktu Yesus disalib. Mereka tidak lari. Para wanita ini tetap ada di sana, sekalipun tidak berbuat apa-apa, tetapi mereka tidak meninggalkan Tuhan Yesus. Padahal situasi saat itu sangatlah mencekam, para murid pun tercerai berai. Bahkan sampai ke kubur pun para wanita ini mengantarkan (Mrk. 15:47). Para wanita ini juga tidak melupakan Tuhan Yesus. Mereka memiliki inisiatif untuk memberi rempah-rempah pada jenazah Tuhan Yesus (Mrk. 16:1). Mereka pergi ke kubur, sekalipun tidak tahu bagaimana caranya nanti mereka masuk ke dalam kubur dengan batu besar yang menutupi pintu kuburnya (Mrk. 16:2-3). Bahkan dalam anugerah Tuhan, merekalah yang paling pertama menjadi saksi kebangkitan Kristus (Mrk. 16:5-6).
Dari zaman ke zaman, banyak orang yang menyangsikan akan kebangkitan Kristus. Salah satu hal paling menarik adalah bahwa saksi pertama-tama kebangkitan Yesus adalah para wanita. Suara mereka saat itu tidak terlalu diperhitungkan. Kalau mau mencari saksi yang lebih kuat, seharusnya laki-laki yang ternama. Namun, di tengah budaya Alkitab yang sangat patriakal, justru kita melihat bagaimana Tuhan menghargai para wanita ini. Mereka tidak dilupakan, malah berita Injil juga dipercayakan kepada mereka.
Mari kita juga boleh mensyukuri kehadiran para wanita yang setia mengikut Tuhan. Bersyukur untuk mereka yang telah melayani dan menjadi contoh iman di dalam komunitas gereja kita. Para ibu, nenek dan janda, pemudi dan wanita muda, yang mengikut Tuhan Yesus dengan setia dan melayani tanpa mengenal lelah. Mungkin ada yang bagiannya kecil di dalam gereja, di tengah kesederhanaan mereka untuk terus melayani. Mari kita berterima kasih untuk wanita-wanita hebat ini dan selalu mendoakan mereka.
Refleksi Diri:
- Siapa sosok-sosok wanita di dalam gereja Anda yang menjadi panutan?
- Apa yang mau Anda lakukan untuk wanita di gereja yang telah setia melayani?
