Bagikan artikel ini :

Too Good To Be True

Wahyu 19:6-10

Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”
- Wahyu 19:9

Istilah ini mungkin sering kita dengar: Too good to be true, terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Jika diartikan dalam keseharian, jangan terkesima dan percaya begitu saja dengan tawaran yang begitu indahnya, itu sih too good to be true. Dengan kata lain, tawaran tersebut tidak mungkin terjadi, mimpi saja, bohong jangan percaya. Akan tetapi, apa yang dikatakan firman Tuhan dalam perikop bacaan bukanlah too good to be true, melainkan memang betul-betul terlalu indah dan pasti jadi kenyataan. Bukan mimpi, bukan bohongan, sebab Kristus telah menunjukkan di masa lalu lewat pengorbanan-Nya. Tuhan menepati janji-Nya dan akan selalu menepati-Nya.

Ayat emas menyampaikan perintah untuk menuliskan janji Tuhan supaya dibacakan terus-menerus kepada jemaat saat itu dalam ibadah-ibadah mereka, termasuk jemaat yang dalam penderitaan dan ancaman aniaya, mereka yang akan dieksekusi. Ini adalah berita sukacita sebab mereka adalah orang-orang yang termasuk di dalam undangan tersebut dan akan menikmati pesta termegah dan terbaik yang pernah ada. Sekalipun ada penganiayaan, penderitaan, pemenjaraan, sakit penyakit, Kristus cukup buat mereka.

Tidak ada seorang pun yang diundang kalau bukan karena anugerah Tuhan. Tidak ada seorang pun dapat menerobos masuk ke dalam tempat kudus tersebut, kalau bukan karena Kristus. Orang-orang yang diundang adalah orang-orang yang percaya Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Tuhan tidak akan membatalkannya dan tak seorang pun bisa mengagalkan atau menghapus nama mereka dari undangan tersebut. Kita belum di sana, tetapi pasti ada di sana pada waktu pesta itu dimulai.

Hidup kita mungkin sulit hari ini, banyak pergumulan yang belum terselesaikan. Kita adalah orang-orang yang seringkali dilupakan orang lain. Banyak ketidakpastian yang menakutkan kita. Melihat harapan akan hari depan, tidak membuat sakit jadi berkurang atau sembuh, tidak membuat pekerjaan kita mencari nafkah bertambah ringan, tidak membuat soal-soal ujian menjadi lebih mudah, tetapi kita tidak akan menjadi orang yang berputus asa. Kita masih dapat bersukacita dan bersyukur sekalipun keadaannya amburadul. Kita masih tetap dapat berharap kepada Tuhan. Mari menatap masa depan yang pasti di dalam Kristus, masa depan yang sempurna sehingga hari ini kita menjalani hidup dengan penuh harapan


Refleksi Diri:

  • Mengapa melihat masa depan yang begitu indah bersama Kristus, akan membuat Anda terus memiliki pengharapan?
  • Apa yang mau Anda lakukan, selama diberi kesempatan hidup di dalam dunia ini?