Tiada Yang Mustahil
Lukas 1:34-38
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
- Lukas 1:37
Anda mungkin pernah mendengar kesaksian dari seseorang yang berkata, “Ini ajaib sekali! Rumah saya waktu sedang krisis ekonomi bisa terjual, tiada yang mustahil buat Tuhan!” atau “Sungguh luar biasa! Dokter berkata tidak menemukan tumor lagi di tubuh saya, tiada yang mustahil bagi Tuhan!” Bahkan di saat-saat paling sulit dan tidak menemukan jalan keluar, kata-kata ini sering dipakai, “Tiada yang mustahil yah bagi Tuhan” dengan harapan situasi yang begitu buruk bisa segera berubah. Puji syukur, Tuhan kita adalah Tuhan yang dapat bekerja melampaui apa yang bisa kita pikirkan.
Di dalam pembukaan Injil Lukas ini, ada dua keajaiban yang terjadi. Pertama, terjadi pada Elizabeth dan Zakharia. Mereka sudah lama mendambakan seorang anak, tetapi sampai usia lanjut tidak dapat memilikinya. Zakharia pun menyadari bahwa kemungkinan memiliki anak sudah tidak ada, sampai ia berkata kepada malaikat, “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi?” (Luk. 1:18). Zakharia melihat kemustahilan, tetapi Tuhan mengaruniakan anak, yaitu Yohanes, untuk menyatakan rencana-Nya.
Kedua, terjadi pada Maria. Ia seorang gadis muda, belum menikah, tidak terbersit memiliki anak pada saat itu. Namun, malaikat Gabriel yang diutus Tuhan menyatakan bahwa ia akan hamil. Betapa terkejutnya Maria karena kehamilan itu pun mustahil sebab ia belum bersuami. Akan tetapi, ayat emas berkata, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kehamilan Maria adalah hal paling ajaib dalam sejarah dunia. Satu-satunya perawan yang hamil tanpa pernah bersetubuh atau melakukan tindakan medis lainnya.
Kita bisa memahami bagian ini dengan percaya bahwa dalam hal yang paling mustahil, Tuhan dapat melakukan sesuatu. Manusia sangat terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas. Karena itu, kita seharusnya bisa lebih tenang menjalani hidup sebab ketika kita menemukan jalan buntu dalam hidup, Tuhan akan terus membuka jalan baru yang membuat kita terus maju. Bahkan di dalam keadaan yang tidak berubah, kalau kita bisa bertahan, itu pun adalah kekuatan dari Tuhan.
Jadi, tetaplah percaya kepada Tuhan. Satu hal yang paling mustahil adalah dosa kita diampuni dan kita menjadi orang yang dibenarkan dan dikuduskan, semuanya karena Kristus. Inilah yang menjadi dasar kita menjalani hidup. Tiada yang mustahil bagi Tuhan, bukan berarti situasi harus berubah sesuai keinginan kita, tetapi kita memercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya dalam kondisi apa pun.
Refleksi Diri:
- Apa pengalaman Anda akan karya Tuhan yang tidak terpikirkan dan Anda rasa mustahil, tetapi kemudian terjadi? Bagaimana respons Anda atas kejadian tersebut?
- Apakah Tuhan menjadi satu-satunya pribadi yang mau Anda andalkan dalam setiap situasi yang Anda hadapi?
