Bagikan artikel ini :

Teruskan dan Ajarkan

2 Timotius 2:1-13

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
- 2 Timotius 2:2

Pikirkan ketika Paulus menuliskan surat ini kepada Timotius dua ribu tahun yang lalu, saat itu ia sedang berada di dalam penjara Roma. Lalu sekarang kita ada di hari ini, sedang membaca dan membahasnya. Ini adalah bukti sejak Timotius menerima mandat di ayat emas, ia teruskan, ajarkan, percayakan Injil tersebut kepada satu orang ke orang yang lain, terus menerus, tidak berhenti-henti. Puji Tuhan ada orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk memuridkan orang lain dengan setia.

Di tengah segala tantangan berat buat kekristenan, mari kita perhatikan kembali perkataan Paulus kepada Timotius di ayat emas. Timotius diminta untuk meneruskan apa yang telah ia terima dari Paulus. Injil adalah harta yang begitu berharga sehingga Paulus tidak mengatakan percayakan kepada siapa saja, terserah. Namun, ia memberikan kualifikasi, yaitu orang yang bisa dipercaya dan cakap mengajar, bukan asal-asalan, kombinasi integritas dan kemampuan. Orang yang dapat dipercaya artinya Timotius perlu mengenal orang tersebut, harus memperhatikan sepak terjangnya, apakah teruji atau tidak. Ia juga harus membimbing orang tersebut dengan intens, memberikan waktu dan energi untuk mengajarnya.

Di dalam perjalanan iman saya, ada orang-orang yang begitu berperan. Salah satunya adalah pemimpin Care Group saya ketika masih pemuda. Kami terdiri dari lima orang, tiga dari antara kami menjadi hamba Tuhan. Bersyukur Tuhan memakai seorang pemimpin Care Group di masa lalu untuk mengajarkan dan memercayakan kembali Injil tersebut kepada kami. Bersyukur di gereja kita ada para pemimpin Care Group yang dipercayakan untuk memimpin orang-orang di dalam Injil. Saya mengenal para pemimpin Care Group yang berusaha memuridkan dengan sepenuh hati, memberikan tenaga, waktu, dan pikiran. Mereka haruslah diapresiasi dan didoakan.

Akan tetapi, yang saya renungkan pada bagian ini, bukan hanya orang-orang yang bertugas untuk memercayakan Injil kepada orang lain. Terlebih lagi, apakah kita adalah bagian dari orang-orang yang dipercaya tersebut? Ini bukan soal kemampuan, tetapi soal hati yang mau melayani dan belajar. Kita perlu memikirkan dan menjadi orang-orang yang dapat dipercaya, bukan penonton saja. Bergabunglah dalam Care Group, bertumbuhlah di sana, dedikasikan diri Anda sebagai murid Kristus, dan terimalah kepercayaan untuk meneruskan berita Injil kepada orang lain lagi.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah tergabung di dalam Care Group? Jika belum, mengapa?
  • Di dalam anugerah Tuhan, apakah Anda mau dibentuk dan dipercayakan berita Injil, supaya Anda dapat meneruskannya kepada orang lain?