Bagikan artikel ini :

Terhilang: Dicari dan Ditemukan

Lukas 15

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
- Lukas 15:7

Suatu hari seorang anak kecil menangis di bandara karena saat bermain, ia berlari menjauh dari orangtuanya. Ia tersesat, padahal sebentar lagi pesawatnya hendak lepas landas. Anak kecil tersebut menjadi tidak berdaya, hanya sanggup menangis dan menangis. Syukurlah orangtua anak itu dengan sigap segera mencarinya. Si anak akhirnya dapat ditemukan. Bukan hanya si anak yang bersorak bahagia, semua orang di sekelilingnya juga ikut lega dan bersukacita!

Meski tidak dapat menggambarkan sepenuhnya, inilah kurang lebih gambaran hati Tuhan yang diceritakan dalam Lukas 15. Tiga perumpamaan Yesus tentang yang terhilang domba, dirham, dan anak merupakan ungkapan isi hati Allah. Bukan kita yang pertama kali mencari Tuhan, melainkan Dia yang lebih dulu mencari kita yang terhilang. Ketika yang terhilang ditemukan, pesta sukacita di surga terjadi. Bukan karena jumlah yang besar, tetapi karena nilai satu jiwa di hadapan-Nya.

Menariknya, dari ketiga perumpamaan tersebut, yang terhilang berbeda-beda: satu domba dari seratus, satu dirham dari sepuluh, satu anak dari dua. Namun, semuanya berakhir sama: dicari, ditemukan, dan dirayakan.

Inilah gambaran kasih Allah. Allah peduli akan satu dan Dia bersedia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan demi satu yang terhilang. Mungkin hari-hari ini, Anda merasa seperti si domba yang tersesat. Lelah, jauh atau mungkin merasa tak layak untuk kembali. Atau mungkin Anda seperti si anak sulung, yang ada di rumah tapi kehilangan sukacita karena merasa tak dihargai. Atau seperti si wanita yang kehilangan dirhamnya, menggambarkan sesuatu yang berharga dalam hidup Anda yang lenyap. Apa pun kondisi kita hari ini, satu hal pasti: Allah sedang mencari Anda dan Anda pasti ditemukan. Mengapa? Karena kasih Allah yang besar dan tak terukur sebagaimana firman Tuhan pernah katakan, “… betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,” (Ef. 3:18).


Refleksi Diri:

  • Apakah ada bagian dalam hidup Anda yang terhilang—semangat, harapan, kasih mula-mula dan perlu ditemukan kembali oleh Tuhan?
  • Apakah Anda ikut bersukacita ketika melihat orang lain ditemukan oleh Tuhan atau justru merasa iri seperti si anak sulung?