Bagikan artikel ini :

Tanda Kedewasaan Iman

Filipi 3:1-11

Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
- Filipi 3:9

Jam terbang” kita sebagai anak-anak Tuhan tidaklah merujuk langsung pada kedewasaan iman kita sebagai orang Kristen. Tingginya jabatan gerejawi, hebatnya pengetahuan teologi, lamanya menjadi aktivis ataupun pelayan, sibuknya kita terlibat bejibun kegiatan di gereja bukanlah alat ukur kedewasaan iman.

Apa tanda orang Kristen yang dewasa? Berbagai tanda lahiriah tidaklah cukup. Rasul Paulus sarat dengan tanda tersebut, disunat di hari kedelapan, suku Benyamin asli dari bangsa Israel, terdidik sejak kecil taat hukum Taurat, gelar Sanhedrin (setara profesor di zaman sekarang) pun menjadi identitas dirinya (ay. 4-6), kurang apa lagi?

Paulus melihat siapa dirinya bukan karena melakukan kebenaran yang muncul dari dalam dirinya, melainkan mengukur dirinya dari kebenaran yang berasal dari Allah (ay. 9). Karena itu, ia sadar betapa berdosa dirinya dan sangat tidak layak di hadapan Allah meski berbagai embel-embel tanda lahiriah tersebut. Hanya karena anugerah Tuhan, ia sebagai manusia berdosa mampu memancarkan kebaikan Ilahi.

Sobat terkasih, menjadi orang Kristen yang memiliki kedewasaan iman akan merasakan dorongan Tuhan untuk ambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Selain itu, perubahan hidup akan nampak dari buah hidupnya. Tidak egois, hidup bijak dalam menempatkan diri di tengah lingkungan, kosa kata yang baik, serta memiliki tujuan hidup yang mau terlibat dalam pekerjaan Tuhan sesuai kapasitasnya. Semua itu adalah karakter yang selaras dengan buah Roh dan nyata menjadi berkat.

Kedewasan iman tidak terjadi begitu saja karena kita dipilih oleh-Nya. Tuhan tidak bekerja sendirian secara otomatis mengubahkan kita dan kita tinggal topang dagu, lalu hidup kita jadi baru. Ternyata, ada tuntutan ketekunan sebagai orang terpilih, berupa didikan keras Tuhan yang menuntut kerendahan hati, ketaatan, dan kemauan untuk menjadi pelaku firman. Tuhan juga terkadang menempa hidup kita lewat pergumulan iman, lewat lembah air mata, lewat ketidakmengertian dan banyak hal lagi yang paradoks, tetapi hendaklah kita tetap teguh percaya bahwa Allah selalu turut bekerja mendatangkan kebaikan.

Bagaimana dengan hidup kita sebagai orang Kristen hari ini? Adakah orang di sekitar kita melihat dengan jelas tanda kedewasaan iman kita?


Refleksi Diri:

  • Apa saja tanda kedewasaan iman yang Anda rasakan bertumbuh sejak pertama kali percaya Tuhan Yesus?
  • Bagaimana Anda berencana dan bertindak menyatakan kedewasaan iman Anda kepada orang-orang di lingkungan sekitar?