Bagikan artikel ini :

Taatilah OrangTua

Kolose 3:18-25\

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
- Kolose 3:20

Ada banyak kisah kehidupan orangtua-anak yang berakhir tidak harmonis. Anak merasakan trauma akibat pola asuh orangtua yang kurang sehat. Tanpa disadari, trauma masa kecil anak membuatnya tumbuh menyimpan luka dan kepahitan kepada orangtua. Jika trauma tersebut tidak diselesaikan maka anak cenderung sulit menghormati dan menaati orangtuanya. 

Melihat kejadian ini, kita bukanlah mencari siapa yang salah, tetapi dalam keterbatasan sebagai orangtua dan natur manusia yang berdosa, orangtua sangatlah rentan membuat kesalahan dan tanpa sadar telah menyakiti hati anak-anak mereka. Bagaimana seharusnya kita sebagai bagian dari keluarga Kristen menyikapinya?

Konteks Kolose 3:18-25 memaparkan kebenaran firman Tuhan bahwa di dalam keluarga Kristen, kita memiliki tangung jawab dalam relasi antara anggota keluarga, yakni sebagai suami-istri dan orangtua-anak. Tuntutan ayat emas jelas membawa kita pada kehidupan keluarga yang sehat dan benar, yakni dengan cara menaati orangtua sebagai tindakan yang indah di dalam Tuhan (ay. 20). Kata “indah” dalam bahasa aslinya memiliki makna berkenan atau menyenangkan hati Tuhan. Artinya, ketaatan kepada orangtua merujuk pada perintah orangtua yang sejalan dengan firman Tuhan. Namun, di tengah kelemahan dan keterbatasan orangtua, anak tetaplah harus menunjukkan rasa hormat terhadap orangtua bahkan ketika anak merasa perintah orangtuanya bertentangan dengan kebenaran firman. Karena itu, anak diminta mencari hikmat dari Tuhan ketika mengkomunikasikan mengenai perintah orangtuanya tersebut. 

Pada saat seorang anak tidak setuju dengan pendapat atau keputusan orangtuanya, reaksi paling umum yang muncul adalah marah. Hati-hati, rasa marah bisa berujung pada ketidaktaatan dan rasa tidak hormat. Sebagai seorang anak, hendaklah kita memberi “ruang” dengan memposisikan diri sebagai orangtua. Alih-alih marah, lebih baik kita mengajukan pertanyaan atau mengajak orangtua melakukan pola diskusi. Cobalah membuka ruang diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah atau perintah dengan sikap yang sopan dan rasa hormat. Berdoalah minta Tuhan memberikan kita hikmat dan kebijaksanaan dalam berkatakata dan berkomunikasi dengan orangtua.

Ingatlah selalu, kedewasaan rohani seseorang bukan hanya merujuk pada relasinya dengan Allah, tetapi juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari, yang pertama relasi terdekatnya dengan keluarga. Mari kita menjaga relasi yang indah dengan orangtua ataupun anak-anak kita.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda mau belajar menaati dan menghormati orangtua di tengah keterbatasan dan kekurangan mereka?
  • Apakah Anda memiliki trauma atau luka hati karena pola asuh orangtua yang kurang sehat? Jika ya, mari bawa kepada Tuhan dan selesaikan dalam doa.