Sukacita Karena Pengenalan Akan Kristus
1 Petrus 4:12-19
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
- 1 Petrus 4:13
Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa sukacita adalah salah satu dari buah Roh. Adanya buah Roh adalah salah satu kriteria serius dalam iman Kristen, yakni tanda seseorang sudah benar-benar lahir baru. Ini menarik karena biasanya kita menilai kesungguhan iman seseorang dari kegiatan-kegiatan ibadahnya, seperti seberapa rajin ia berdoa, bersaat teduh, membaca alkitab, beribadah dan sebagainya.
Sukacita Kristiani berangkat dari dua kenyataan. Kenyataan pertama ialah kita hidup di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Karena itu, tidak jarang ada kesusahan, sakit penyakit, dan penderitaan. Kenyataan kedua ialah kita adalah pengikut Kristus yang dipanggil untuk menyatakan Injil di mana pun kita berada. Kita dapat melihat contohnya dari sosok Rasul Paulus, seorang hamba Tuhan yang mengalami banyak penderitaan karena memberitakan Injil. Di tengah dua kenyataan yang tidak ideal tersebut, sukacita menjadi sebuah bukti iman karena sukacita Kristiani bukanlah sukacita yang dipengaruhi situasi, melainkan timbul karena iman. Sumber sukacita kita ialah Tuhan dan janji-janji-Nya atas kita yang tidak pernah berubah.
Kita yakin bahwa sekalipun saat ini ada penderitaan menjelang datangnya hari Tuhan‒ hari dimana semua penderitaan, kesengsaraan, dan sakit penyakit akan berakhir‒kita dimampukan menghidupi hari-hari dengan perasaan sukacita, sampai pada waktunya Tuhan Yesus datang kembali, kita dapat menikmati dunia yang telah seutuhnya dipulihkan. Kita juga yakin bahwa saat seorang Kristen setia mengerjakan dan memberitakan Injil, ia akan bersukacita karena mengetahui apa yang dikerjakannya adalah baik. Kita bersuka mengambil bagian dalam misi Allah menyelamatkan dunia. Kita bersuka karena sekalipun menderita dan mengalami kesusahan, ada mahkota kemuliaan menanti kita di surga.
Sukacita Kristen menurut Rasul Paulus adalah sukacita yang timbul karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan kepada janji-Nya yang akan membawa pemulihan bagi dunia. Dia berjanji akan memberikan upah kepada umat-Nya yang setia, sekalipun harus menderita. Penderitaan dan kesengsaraan saat ini, tidak mampu merampas sukacita kita.
Marilah senantiasa bersukacita karena kita paham betul siapa Tuhan kita, Kristus Yesus. Sekalipun kita menghadapi keadaan yang sulit, kita memilih untuk tetap bersukacita karena kita mengenal Kristus dan senantiasa berharap kepada-Nya
Refleksi Diri:
- Apakah Anda sudah mengenal betul siapa Tuhan Yesus Kristus dan apa janji-janji-Nya kepada Anda?
- Apakah pengenalan Anda akan Kristus sudah melahirkan sukacita sejati yang tidak terpengaruh oleh keadaan?
