Bagikan artikel ini :

Sudah Selesai: Mahakarya Yang Sempurna

Yohanes 19:28-30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
- Yohanes 19:30

Sewaktu duduk di bangku SMA, saya sudah mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat saya, tetapi saya sering berpikir kalau saya belum cukup baik untuk diterima oleh-Nya. Motivasi ketaatan saya kepada Tuhan adalah takut dihukum oleh-Nya. Pikiran ini sangat mengganggu sebab saya menjadi bergantung pada performa saya, yang pastinya tidak selalu baik. Saya kadang berpikir kalau melakukan dosa tertentu maka sesuatu yang buruk akan saya alami. Itu adalah hukuman Tuhan atas diri saya. Ketika melihat diri saya waktu itu, betapa mengenaskan dan menderitanya saya. Saya tidak bisa menikmati anugerah di dalam Tuhan Yesus.

Perkataan Yesus “sudah selesai” atau “tetelestai”, di dalam dunia Romawi kuno sering dituliskan pada tanda terima atau dokumen utang untuk menunjukkan bahwa utang telah dibayar lunas. “Sudah selesai” tepat digunakan untuk memahami kematian-Nya sebagai penebusan. Dosa adalah hutang yang harus dibayar, entah kita yang membayarnya (berarti dihukum dalam kekekalan) atau Kristus yang membayarnya. Satu hal lagi yang menakjubkan, frasa ini ditulis dalam bentuk sempurna, artinya sudah selesai dan akan selalu selesai. Mahakarya Tuhan Yesus di kayu salib adalah SEMPURNA.

Waktu Yesus mengatakan “sudah selesai”, kita menyaksikan bahwa Dialah satu-satunya yang menyelesaikan-Nya, tidak ada andil dari murid-murid-Nya. Tidak ada kontribusi dari orang-orang di sekitar-Nya, apalagi dari setiap kita. Yesus mengerjakan penebusan ini dengan sempurna, tidak ada yang kurang, tidak perlu ada yang menambahkan apa-apa pada pengorbanan-Nya. Seluruh dosa kita, sudah distempel LUNAS di kayu salib.

Jika Anda sering dibayang-bayangi ketidakpastian keselamatan, apakah Anda diterima Tuhan atau tidak? Anda mati-matian berbuat banyak kebaikan, supaya bisa lebih diterima oleh-Nya. Anda rajin-rajin pelayanan dengan motivasi membayar dosa-dosa Anda. Hidup seperti ini sungguh menyedihkan dan melelahkan karena kita mengejar performa di hadapan Tuhan, padahal Kristus sudah sempurna menanggung semuanya. Di sisi lain, tidak ada seorang pun yang bisa bermegah akan dirinya. Kesombongan kita hancur luluh di hadapan salib-Nya sebab semuanya hanya dari Kristus. Jika kita ingin dipuji orang, ingin memamerkan prestasi, kita akan merasa sangat malu saat memandang salib Kristus. Karya-Nya sempurna. Tidak ada seorang pun yang perlu menambahkan sedikit saja pada karya-Nya atau dapat menggagalkannya.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda masih sering gelisah tentang keselamatan? Maukah Anda hari ini percaya penuh kepada Tuhan Yesus?
  • Apa dosa yang selama ini membelenggu Anda? Apakah Anda mau meninggalkannya?