Bagikan artikel ini :

Sok Rohani

Markus 7:6-13

Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
- Markus 7:10

Saya terkadang heran dengan orang Kristen yang sok rohani. Apa maksudnya? Orang yang jago banget ngomong soal firman Tuhan, sangat bersemangat berdebat dengan orang lain, seolah-olah dirinya yang paling mengerti Alkitab. Ia paling suka cerita soal sepak terjang pelayanannya di masa lalu, tetapi praktik hidupnya bikin geleng-geleng kepala. Diam-diam berselingkuh, memperlakukan pasangannya dengan kasar, melukai hati anak-anaknya, dan sebagainya. Orang seperti ini bikin heran, bukan?

Itulah yang terjadi pada pemimpin agama Yahudi dan Yesus dengan terang-terangan menegur mereka. Hidup mereka seperti setengah dewa di mata orang lain, lebih rohani dari kebanyakan orang. Mereka seperti sudah melakukan semua detail-detail peraturan keagamaan. Karena itu, mereka merasa diri Si Nomor 1, khususnya dalam hal melihat kesalahan orang lain. Di balik semua itu, orang terdekat mereka, yaitu orangtuanya, justru tidak mereka pedulikan. Mereka lebih mementingkan kegiatan keagamaan, dimana leluhur mereka membuat banyak sekali turunan peraturan dari hukum Taurat, tetapi mengabaikan perintah Tuhan yang sesungguhnya.

Yesus berbeda. Dia mengerti kehendak Bapa-Nya. Yesus menaati dengan sempurna kehendak Bapa-Nya, tetapi Dia pun penuh belas kasihan. Kita yang ada di dalam Dia seharusnya mengerti, yang sempurna hanyalah Kristus. Kita melakukan segala perintah Tuhan, bukan supaya diselamatkan, tetapi karena sudah diselamatkan. Semuanya itu harus terpancar di dalam kehidupan kita sehari demi sehari. Sekalipun kita rajin pelayanan atau melakukan kegiatan agama lainnya, ingatlah jangan sampai kita mengabaikan perintah Tuhan di sisi kehidupan yang lainnya.

Orang-orang yang paling dekat dengan Anda setiap harinya, apakah melihat Anda sebagai orang-orang yang mengikuti Kristus atau tidak? Atau justru orang mencibir Anda, “Tuh katanya orang Kristen, tetapi kelakuan di kantor begitu kasar kepada bawahannya.” Atau “Papa/mama hanya sibuk pelayanan, tetapi tidak mengasihi kami.” Sangat sedih jika ada kejadian seperti itu. Kasihilah keluarga Anda, hormatilah orangtua, berilah kepada karyawan hak yang seharusnya, berbisnislah dengan bersih, dll. Jangan sampai kita pun menyandang label “sok rohani”. Hiduplah sungguh-sungguh seperti yang Kristus katakan, tunjukkan melalui hidup Anda.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda telah hidup sesuai dengan iman, di mana pun Anda berada?
  • Apa sikap yang mau Anda tunjukkan sebagai pengikut Kristus yang sesungguhnya?