Bagikan artikel ini :

Sinis Atau Sukacita?

Markus 5:1-20

Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
- Markus 5:19

Seorang yang baru keluar dari lembaga permasyarakatan bergabung dengan sebuah gereja. Ia bertobat ketika berada di dalam penjara dan sungguh-sungguh ingin mengikut Tuhan. Ketika ia masuk ke gereja dan orang-orang mengetahui masa lalu dirinya, reaksi mereka terbagi dua. Sebagian menyambutnya dengan sukacita, tetapi beberapa orang bersikap sinis dan tidak nyaman dengan keberadaannya.

Hal serupa juga dialami orang yang kerasukan di Gerasa. Dua reaksi terekam ketika Yesus mengusir setan darinya. Pertama, reaksi dari orang-orang sekitar yang mendengar dan melihat langsung peristiwa tersebut. Mereka bereaksi tidak menginginkan kehadiran Yesus (ay. 17). Mereka tidak melihat perubahan ajaib yang Yesus lakukan terhadap orang yang kerasukan tersebut adalah hal yang baik. Sangat mungkin mereka hanya memikirkan tentang kerugian karena ternak babi mereka banyak mati.

Kita pasti tidak pernah mengusir Yesus dari hidup kita. Namun, kita mungkin bisa sinis dan tidak suka ketika ada orang yang pernah menyakiti atau merugikan kita, yang kemudian bertobat dan melayani. Seiring berjalannya waktu menjadi orang Kristen, beberapa orang merasa bahwa keselamatan adalah sesuatu yang berhak mereka terima. Padahal kita pun sesungguhnya bisa percaya dan mengikut Yesus, hanya karena anugerah.

Kedua, reaksi dari orang yang dipulihkan oleh Yesus. Ia rindu sekali ingin mengikuti Yesus. Ia menyadari ada perubahan ajaib yang telah Yesus lakukan terhadap dirinya. Orang-orang hanya bisa mendiamkan atau merantainya, Iblis menguasai untuk menghancurkannya, tetapi Yesus membebaskannya. Yang menarik, Yesus justru tidak mengizinkan untuk mengikuti-Nya. Yesus malah mengutusnya untuk jadi pemberita kabar baik. Ia pun melakukannya dengan berkeliling dan menceritakan segala perbuatan Yesus (ay. 20).

Kita adalah orang yang tidak berdaya, dibelenggu oleh dosa, tidak ada sesuatu pun dari kita berkenan kepada Tuhan. Namun, Tuhan Yesus menyelamatkan dan membebaskan kita. Pertanyaannya, bagaimana kehidupan yang kita jalani hari ini? Adakah kerinduan dan aksi untuk menceritakan perbuatan ajaib Yesus di dalam diri kita supaya orang-orang yang dalam belenggu dosa bisa dibebaskan? Jika kita memahami betapa ajaibnya anugerah Tuhan dalam hidup kita maka kita tidak bisa tidak menceritakan tentang Yesus.


Refleksi Diri:

  • Apa yang seringkali menghambat Anda menceritakan tentang Yesus?
  • Siapa orang-orang yang Anda rindukan percaya Yesus? Ambil langkah nyata untuk mulai menceritakan perbuatan ajaib yang Yesus lakukan pada diri Anda!