Simbol Naga Dan Anti Kristus
Wahyu 12:1-6
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga (drakon) merah padam (puros) yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
- Wahyu 12:3
Simbol negara biasanya menggambarkan karakter sebuah bangsa yang ingin ditonjolkan. Hal ini sifatnya untuk mendidik, menanamkan identitas sejarah, dan budaya sebuah bangsa. Amerika memakai simbol elang botak (bald eagle); Jerman memakai simbol elang hitam (reichsadler); Inggris, Belanda, Singapura, memakai singa dengan corak dan warna yang berbeda; Indonesia memakai burung garuda. Selain itu, masih banyak simbol lainnya, seperti gajah putih, harimau, dan naga.
Terlalu gegabah jika mengaitkan langsung simbol negara dengan simbol-simbol yang kebetulan sama dan tertulis di Alkitab, apalagi dipakai untuk menuduh sebuah negara adalah jelmaan pemerintahan Iblis di akhir zaman ini.
Fokus kita hari ini adalah simbol naga. Ayat emas memakai kata dalam bahasa Yunani drakon artinya naga (dragon) dan kata puros artinya merah cerah (bright red). Secara harafiah artinya naga yang berwarna merah cerah. Rasul Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu berupaya menjelaskan kekuatan jahat yang besar, yaitu Iblis. Naga berupaya menghancurkan karya keselamatan Allah. Tujuh kepala dan bertanduk sepuluh adalah simbol kekuasaan besar yang mengklaim otoritas atas dunia, sedangkan warna merah padam adalah simbol kekerasan dan pembunuhan.
Kita ingat kuasa Iblis telah dikalahkan pada puncak karya Kristus di salib (Kol. 2:14-15), tetapi upaya geliat Iblis tetap ada untuk menghancurkan gereja di akhir zaman. Kitab Wahyu memberi penghiburan dan pengharapan kemenangan bahwa Iblis akan dikalahkan sepenuhnya. Setiap zaman selalu ada bangsa-bangsa di dunia yang langsung memusuhi orang-orang kudus atau yang dengan halus dan memikat membawa arus kuat yang menyeret mereka untuk meninggalkan Kristus. Pada dasarnya usaha-usaha ini bisa disebut sebagai Anti Kristus. Anti Kristus tersebar di berbagai negara di penjuru dunia. Kita bisa melihatnya berkembang bagai gelombang besar yang sulit dibendung. Mereka terang-terangan menghina Alkitab, melegalkan satanisme, mendukung pernikahan LGBT, mendukung aborsi, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang mengerikan.
Kewaspadaan dan keteguhan iman adalah kunci untuk tidak terpengaruh oleh penyesatan Anti Kristus. Doakan selalu iman percaya anak-anak Tuhan supaya tidak terseret gelombang yang menyesatkan dunia. Doakan juga gereja agar kuat menanamkan pengajaran Alkitab kepada umatnya.
Refleksi Diri:
- Apakah ada gelombang dunia yang tanpa sadar telah menyeret Anda untuk menjauh dari Kristus? Jika ada, segera berbalik pada kebenaran firman Tuhan.
- Apakah Anda sudah berdoa untuk diri, saudara seiman, dan gereja Anda agar teguh imannya menghadapi pengajaran-pengajaran sesat?
