Siapa Orang Ini?
Markus 4:35-41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
- Markus 4:41
Brian Mwenda sempat menggegerkan Kenya. Ia menangani banyak kasus hukum di pengadilan dan memenangkan 26 kasus, bahkan beberapa kali menangani kasus di tingkat banding dan yang lebih tinggi. Yang menggegerkan dari Brian adalah ia sesungguhnya pengacara palsu. Brian sebenarnya mengambil identitas dari pengacara sungguhan yang namanya mirip dengan dirinya. Ia sendiri tidak pernah sekolah hukum atau terdaftar secara resmi di asosiasi pengacara. Betapa luar biasanya orang ini dengan meyakinkan berperan sebagai pengacara, bahkan memenangkan begitu banyak kasus, tetapi tidak ada yang mengenali dirinya yang sebenarnya. Banyak orang Kristen berlaku sebaliknya. Kita tidak terlalu mengenal Tuhan Yesus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya sehingga seringkali mudah takut dan cemas akan hidup ini.
Murid-murid pada waktu itu sangat panik. Ketika badai menerjang kapal mereka, keahlian dan pengalaman mereka di perairan tidak membantu mereka apa-apa. Kalau mereka yang berprofesi sebagai nelayan saja panik, artinya badai tersebut sangat besar dan menakutkan. Mungkin mereka belum pernah menghadapi yang sebesar itu. Dalam keadaan mencekam, murid-murid membangunkan Yesus dengan berkata, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (ay. 38).
Kira-kira, mengapa murid-murid berkata demikian? Mereka ingin Yesus membantu mereka, bukan hanya tidur saja. Membantu di sini, bukanlah meredakan badai, melainkan berusaha untuk mendayung, mengeluarkan air dari kapal atau tindakan-tindakan lain yang menyelamatkan. Para murid memang sudah pernah melihat Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, tetapi belum pernah menyaksikan Dia meredakan alam. Waktu Yesus menghardik angin badai dan seketika menjadi tenang, murid-murid menjadi ketakutan dan berkata, “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (ay. 41). Mereka baru mengenal Yesus yang ternyata berkuasa meredakan badai.
Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan Yesus? Apakah sekian lama kita mengikut Yesus, kita sering berpikir bahwa Dia tidak terlalu peduli dengan kita? Kita mungkin lebih banyak menaruh rasa curiga ataupun cemas, ketimbang rasa percaya kepada-Nya. Kiranya kita membangun pengenalan kita akan Yesus setiap harinya melalui perenungan dan pembacaan firman-Nya.
Refleksi Diri:
- Siapakah Tuhan Yesus menurut Anda? Bagaimana pengenalan Anda tentang Yesus setelah sekian lama menjadi pengikut-Nya?
- Apa yang mau Anda lakukan supaya semakin mengenal Tuhan Yesus?
