Sendiri Di Tengah Hiruk Pikuk
Lukas 21:10-19
Tetapi tidak (ou mē) sehelai pun dari rambut (thrix) kepalamu akan hilang (apolētai).
- Lukas 21:18
Anda mungkin pernah merasakan kesendirian. Anda melihat ada banyak orang di sekitar Anda. Mereka saling menyapa, mengobrol dengan penuh canda ria, tetapi Anda merasa tidak ada yang memperhatikan dan memahami Anda. Anda bertanya dalam hati, adakah di antara mereka yang memahami apa yang aku rasakan? Anda merasa jauh dari rasa aman ketika hendak bercerita tentang apa yang sedang Anda alami. Anda mencoba bercerita kepada orang terdekat, tetapi ia malah jadi salah paham. Sulit membuat mereka mengerti. Kecemasan dan ketakutan semakin menguasai Anda. Nampaknya, kerasnya pergumulan hidup harus Anda hadapi seorang diri. Sungguh, Anda merasakan kesendirian di tengah hiruk pikuk.
Ketika Tuhan Yesus berkata, “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang,” tidak bisa diartikan secara harfiah. Dia bukan sedang berkata tentang masalah kebotakan atau kerontokan rambut. Perkataan Yesus dalam bahasa Yunani di ayat emas berbunyi kai thrix ek tēs kephalēs hymōn ou mē apolētai. Kata kunci dari ayat tersebut terdiri dari tiga kata, yaitu thrix artinya sehelai rambut, ou mē artinya tidak akan pernah, dan apolētai yang artinya binasa atau hilang. Jika digabungkan arti kalimatnya secara gramatikal adalah tidak satu rambut pun dari kepalamu akan binasa.
Ayat di atas adalah bahasa metafora yang menunjukkan bagaimana kepedulian Allah kepada setiap anak-Nya saat menghadapi penderitaan di akhir zaman. Hal ini juga berlaku kepada setiap orang percaya di zaman sekarang dalam kondisi apa pun. Kedekatan dengan Allah akan membuahkan damai sejahtera, rasa aman dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika harus menghadapi hal-hal yang berat.
Mari mulai melangkah maju pada hari ini. Janji penyertaan Yesus senantiasa menaungi kita. Penyertaan dan pemeliharaan-Nya akan memampukan kita untuk menyelesaikan berbagai persoalan satu per satu dengan damai sejahtera dan ketenangan hati karena pertolongan-Nya tiba tepat pada waktunya. Berdoalah seperti di Mazmur 5:3, “Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.”
Refleksi Diri:
- Kapan terakhir kali Anda merasakan kesendirian? Apa yang Anda rasakan waktu itu?
- Bagaimana janji penyertaan Yesus bisa memampukan Anda menghadapi situasi tersebut? Apa bukti pemeliharaan dan pertolongan Tuhan?
