Bagikan artikel ini :

Sekeping Puzzle Paling Pinggir

Matius 1:1-16

Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.
- Matius 1:5-6a

Sekeping puzzle paling kecil terletak di posisi pojok pinggir, seolah tak berarti, tetapi tanpa kepingan tersebut gambar besar menjadi tidak sempurna.

Bagaimanakah Tuhan memilih seseorang menjadi rekan kerja-Nya? Tidak ada satu pun dari kita sebetulnya memenuhi syarat. Namun, anugerah Tuhan yang melampaui pikiran telah memakai kita, orang-orang yang tidak termasuk kriteria yang cukup baik. Dalam kedaulatan-Nya, Tuhan melibatkan kita yang jauh dari layak untuk menjadi bagian dari rencana-Nya pada zaman ini.

Rahab adalah seorang perempuan sundal di Yerikho. Nama Rahab dalam bahasa Ibrani berarti lapang (commodious) yang sebenarnya menjelaskan kelapangan hati Allah yang menerima dirinya apa adanya untuk menjadi bagian dari pekerjaan Allah di dunia ini. Meskipun dalam tradisi Israel kuno, nama Rahab juga dipakai menjadi simbol Mesir yang penuh kesombongan serta kekacauan, dan sebenarnya lemah (Yes. 30:7). Dalam kitab Ayub, nama Rahab dipakai untuk menjelaskan simbol kehidupan yang penuh kekacauan (Ayb. 9:13, 26:12). Jadi, nama Rahab mengingatkan sosok yang jauh dari sempurna, tetapi Allah dalam kedaulatan-Nya justru memilih Rahab menjadi salah satu alat di tangan-Nya. Uniknya, meski nama Rahab hanya empat belas kali disebutkan dalam Alkitab (11 kali di PL, 3 kali di PB), tetapi ternyata ada dalam garis silsilah Tuhan Yesus, bahkan juga salah satu tokoh iman di Ibrani 11.

Rahab jelas bukan orang saleh, bukan pula lahir dari garis keturunan Abraham. Namun, Rahab percaya bahwa Allah Yahweh adalah Allah yang benar maka ia meninggalkan semua penyembahan dewa-dewi di Yerikho, meninggalkan kehidupan lamanya yang tenggelam dalam kelamnya dunia malam yang penuh perzinahan.

Anugerah Allah adalah untuk semua orang, termasuk orang yang kita anggap yang paling tidak layak sekalipun. Anugerah Allah adalah pemulihan pengharapan semua bangsa di muka bumi.

Sobat terkasih, mungkin kita hanya salah satu kepingan puzzle yang terletak di paling pinggir, tetapi kita adalah bagian tak terpisahkan dari puzzle secara keseluruhan. Mari lakukan tugas kita, menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan, di mana pun kita ditempatkan. Ingat, kita semua juga termasuk yang di luar kriteria sempurna itu!


Refleksi Diri:

  • Bagaimana Allah telah memakai Anda menjadi bagian dari pekerjaan-Nya? Apa peran yang Tuhan percayakan kepada Anda?
  • Sudahkah Anda bersyukur atas anugerah Tuhan yang melayakkan Anda untuk mengambil bagian dari pekerjaan-Nya?