Satu Keluarga, Satu Suara
Roma 15:5-7
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
- Roma 15:5-6
Anda mungkin pernah menyaksikan sebuah orkestra yang sangat indah memainkan musiknya. Keindahan musik orkestra terbentuk bukan dari satu alat musik saja, tetapi dari berbagai alat musik. Ada biola, terompet, cello, drum, gitar dan alat-alat musik lainnya yang dimainkan bersama dan dipandu oleh satu konduktor sehingga nadanada lagu terjalin satu sama lain begitu indahnya. Satu orkestra akan sangat indah didengar jika para pemain memainkan alat musiknya dengan harmonis.
Keluarga juga terdiri dari beberapa orang yang punya peran, karakter dan latar belakang yang berbeda. Suami dan istri yang paling jelas berbeda latar belakang karena berasal dari dua keluarga yang berbeda. Ayah, ibu, dan anak, tentunya memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda. Dengan perbedaan-perbedaan tersebut, bagaimana kita bisa menjadi keluarga yang harmonis?
Pertama, memiliki iman yang sama. Rasul Paulus menyatakan bahwa sumber kerukunan (keharmonisan) adalah Allah sendiri. Artinya, keluarga yang ingin harmonis harus memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Keluarga tidak mungkin bisa menjadi harmonis kalau jauh dari Tuhan karena sumber keharmonisan tersebut adalah Tuhan sendiri.
Kedua, memiliki kerinduan yang sama untuk memuliakan Tuhan. Ketika masing-masing anggota keluarga menjadi anak-anak Tuhan maka kerinduan masing-masing anggota keluarga seharusnya sama, yakni hidup untuk memuliakan Tuhan. Tentu dalam hal hidup berkeluarga berarti memuliakan Tuhan dengan cara hidup yang benar dan saling mengasihi
Ketiga, saling menerima dan menopang. Inilah kekuatan sebuah keluarga. Tatkala salah satu anggota keluarga mengalami kesulitan maka kesulitan tersebut adalah kesulitan bersama. Mereka bersedia saling menopang anggota keluarga yang lain yang sedang mengalami kesulitan. Setiap anggota keluarga juga mau saling menerima kelebihan dan kekurangan masingmasing dengan dasar kasih Kristus kepada mereka.
Karena itu saudaraku yang terkasih, marilah kita bersatu sebagai satu keluarga. Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu keluarga. Utamakan kesatuan daripada perbedaan. Kejar kasih daripada keegoisan. Masing-masing kita mempunyai kelemahan, tetapi kita juga mempunyai keluarga yang saling melengkapi satu sama lain.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda sudah membangun keluarga Anda menjadi keluarga yang harmonis? Apa dari tiga poin di atas yang Anda rasa perlu dikembangkan?
- Bagaimana langkah konkret membangun kesatuan di tengah perbedaan-perbedaan yang ada di dalam keluarga Anda?
