Bagikan artikel ini :

Sabar Menanggung Kesulitan

1 Korintus 13:1-13

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
- 1 Korintus 13:4

Kita hidup di era teknologi digital dimana informasi dengan mudah dan cepat didapatkan. Akibatnya, orang-orang hidup seperti begitu tergesa-gesa, mudah bereaksi, impulsif, dan tidak cukup tahan untuk menjalani “proses”. Sadar atau tidak sadar, daya tahan dan daya juang kita menjadi berkurang. Kita menjadi kurang sabar menjalani “proses” kehidupan. Kesabaran bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan menghadapi tekanan hidup tanpa mengeluh.

Kesabaran diuji terutama pada saat-saat yang tidak baik dan kurang ideal. Pergumulan dan permasalahan hidup membantu kita dalam proses pembentukan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan penuh kasih, yang menumbuhkan kesabaran.

Perikop hari ini berbicara tentang kasih, salah satu definisinya menyebutkan bahwa kasih itu sabar. Kata “sabar” dalam bahasa Yunani menggunakan kata makrothumeo yang bisa berarti bertahan dengan sabar (to persevere patiently) dan kuat menanggung kesulitan/masalah (bravely in enduring misfortunes and trouble). Tindakan sabar dalam menghadapi masalah perlu kita upayakan dan pertahankan secara kontinu saat menjalani hidup. Mengapa? Karena ada banyak situasi dan kondisi yang sering mendesak kita untuk mengabaikan kesabaran. Adakalanya, kita mengeluh saat mendampingi anggota keluarga yang sakit karena harus melewati berbagai tahap proses pengobatan dan pemulihan yang panjang. Atau saat kita setiap hari berelasi dengan rekan kerja atau atasan yang menjengkelkan dan mengesalkan hati. Atau saat diperhadapkan dengan anak-anak yang perlu berulang kali diingatkan karena melakukan hal-hal yang kurang tepat. Ada banyak alasan memicu kita menjadi kurang sabar, dari hal-hal sederhana sampai yang rumit dan memakan waktu yang cukup panjang. Mendemonstrasikan tindakan kasih sering kali menjadi jawaban dari persoalan-persoalan di atas. Tetaplah sabar ketika Tuhan mengizinkan kita menghadapi hal-hal yang sulit.

Apa yang bisa menolong Anda agar dapat menerapkan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang tampaknya begitu tergesa-gesa? Pertama, tumbuhkan kesadaran betapa pentingnya memiliki kasih seperti kasih Tuhan Yesus. Mintalah kepada-Nya untuk mengisi hati Anda dengan kasih-Nya. Kedua, memohon pertolongan Roh Kudus untuk menumbuhkan buah-buah roh, salah satunya kesabaran (Gal. 5:22-23). Yuk, penuhi hati dengan kasih Yesus dan minta Roh Kudus memampukan Anda untuk bersabar.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana respons Anda ketika diperhadapkan dengan kondisi dan situasi yang tidak baik dan kurang ideal?
  • Apakah Anda sudah menerapkan kesabaran dalam situasi tersebut? Adakah kasih Yesus mengisi hati Anda?