Rekam Jejak
Rut 4:13-22
Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
- Rut 4:14b
Rekam jejak adalah garis sejarah hidup seseorang. Ia tidak bisa diubah, meski bisa ditutupi atau dipelintir, seolah tanpa cela. Rekam jejak adalah siapa diri kita apa adanya, sisi baik-buruk, sukses-gagal, unggul cacat, manis-pahit, dan sebagainya.
Sisi buruk, gagal, bahkan tercela membuat kita malu dan sulit menerima diri sendiri. Kita cenderung menutup rapat sisi tergelap tersebut. Mengapa? Rekam jejak yang buruk di mata orang terkadang jadi bahan pisau tajam menusuk, seolah sudah tidak ada lagi hak melangkah ke depan. Orang lain cenderung mengungkit dan menengok rekam jejak tersebut. Anehnya, kita juga cenderung mengungkit rekam jejak orang lain, padahal diri kita sendiri tidak luput darinya.
Rut dikatakan lebih berharga daripada tujuh anak laki laki (ay. 15), padahal ia bukan keturunan raja atau bangsawan, bukan pula dari garis keturunan Abraham. Rekam jejak Rut yang berasal dari bani Moab punya latar belakang mengerikan. Bani Moab dan saudaranya bani Amon adalah bangsa terkutuk karena lahir dari perzinahan Lot dan kedua anak gadisnya sendiri. Mereka tumbuh menjadi bangsa yang kejam, penyembah dewa Baal, terbiasa dengan ritual keji dan perzinahan. Masa lalu Rut sangatlah buruk, jauh dari kriteria orang baik-baik. Semua disebutkan apa adanya di dalam Alkitab, itulah rekam jejak Rut.
Kata kunci kitab Rut adalah go-el artinya Allah adalah penebus (God is redeemer). Rut melihat dan merasakan anugerah Allah yang mengubahkan hidupnya. Ia kini mengikut Allah yang benar, meninggalkan dewa-dewi masa lalunya. Rut bahkan menjadi bagian dari garis sejarah kerajaan Allah. Melaluinya muncul nama Daud, yang menjadi garis keturunan Sang Mesias (ay. 17).
Rekam jejak kita memang tidak pernah bisa diubah, tetapi Alkitab mengajak kita mengubah cara melihatnya, yakni seperti Allah menghargai apa pun rekam jejak kita. Meskipun penuh cela dan jauh dari sempurna, Allah tetap menyayangi diri kita apa adanya. Sobat terkasih, iman yang sehat akan nyata dalam arah hidup yang jelas, yakni melangkah ke depan sesuai arah yang Tuhan pimpin. Rekam jejak orang yang setia melayani dan mengikut Kritus akan menjadi berkat bagi orang banyak.
Refleksi Diri:
- Bagaimana rekam jejak masa lalu Anda? Apa sisi gelap yang selalu berusaha Anda tutupi?
- Apakah Anda sudah menerima anugerah Tuhan yang memampukan Anda melangkah ke masa depan sesuai arah hidup yang Tuhan pimpin?
