Bagikan artikel ini :

Rancangan Allah Di Masa Sulit

Yeremia 29:1-14

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
- Yeremia 29:11

Seorang pria paruh baya terlibat sebuah dialog sepulang dari kebaktian, “Sampai hari ini, saya tidak pernah berhasil menjadi orang seperti yang saya impikan. Namun, saya merasakan tangan Tuhan telah menuntun jalan hidup saya ke arah yang lebih baik. Ternyata hajaran dan didikan keras-Nya membuat saya mampu melihat rancangan Tuhan atas hidup saya. Sampai hari ini, Tuhan masih mengajarkan bagaimana belajar menghadapi hidup yang sukar.”

Ayat di atas dan dialog tersebut merupakan gambaran apa yang terjadi pada hidup kita terkait rencana Allah yang sedang dinyatakan melalui kehidupan sehari-hari. Allah telah merancangkan kehidupan kita sejak masih dalam kandungan (Mzm. 139:13-14). Rancangan yang Dia buat bagi kita adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan yang menuju kecelakaan. Meskipun saat ini kita mengalami masa sulit, Tuhan menjanjikan masa depan yang penuh harapan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Janji ini memberikan kekuatan untuk tetap optimis dan beriman, bahkan di tengah tantangan.

Dari sisi teologis terdapat istilah berikut: ex pacto divino (on the basis of divine covenant) terjemahannya adalah berdasarkan perjanjian Ilahi. Istilah ex pacto divino menyatakan bahwa di balik sejarah pembuangan kaum Yehuda ke Babilonia ternyata ada campur tangan Allah melalui “covenant” (perjanjian) dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Sesungguhnya, masa pembuangan di Babel bukanlah suatu malapetaka bagi kaum Yehuda, melainkan persiapan untuk menikmati masa depan yang lebih baik. Allah tetap memegang perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka.

Tidak ada yang sia-sia dari hal terburuk sekalipun yang kita alami jika ternyata bagian dari rancangan Allah. Allah yang sama seperti yang Alkitab ceritakan adalah juga Allah yang sama seperti hari ini. Biarkan tangan-Nya menuntun kita jadi penyintas badai hidup ini. Mari maju terus dengan bekerja lebih baik dan produktif. Kondisi apa pun yang akan kita alami merupakan saat kita dimurnikan dan dipersiapkan menjadi ranting-ranting yang berbuah lebat sesuai dengan apa yang dijanjikan-Nya.


Refleksi Diri:

  • Apa saja badai kehidupan yang Anda pernah alami, yang Anda lihat sebagai bagian dari rancangan Tuhan untuk mendewasakan Anda?
  • Bagaimana sekarang Anda akan menghadapi masa sulit, mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut?