Bagikan artikel ini :

Raja Yang Rendah Hati

Matius 21:1-11

Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
- Matius 21:10-11

Kita kagum dengan pemimpin yang mau turba atau turun ke bawah. Pemimpin seperti ini tidak hanya duduk memimpin rapat di jajaran pemerintahannya, tetapi mau dengan rendah hati turun bersama rakyatnya. Pemimpin turba sangat diharapkan oleh rakyat. Ia seorang yang peduli dan mau bersama dengan penderitaan rakyatnya.

Tuhan Yesus adalah pemimpin yang rendah hati. Sebagai seorang Raja–Dia adalah Allah yang bertakhta di surga bersama Allah Bapa dan Roh Kudus–Yesus mau turun ke dunia yang hina dan penuh dosa. Yesus membuktikan kerendahan hati-Nya tatkala memasuki kota Yerusalem. Dia sebagai Raja tidak memilih menaiki kuda, melainkan keledai. Kristus datang bukan untuk menunjukkan kekuasaan sebagai Raja atau mengkudeta kepemimpinan pada masa itu, melainkan untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi penebusan manusia berdosa.

Tatkala orang menyambut dan berseru, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (ay. 9b), Dia pantas dipermuliakan dan ditinggikan. Yesus layak menerima semua pujian dan hormat. Bahkan orang banyak heran dan bertanya, “Siapakah orang ini?” Mereka pun menjawab, “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” Sebutan nabi merujuk pada semua karya mukjizat dan firman yang disampaikan Yesus tatkala Dia menyembuhkan orang sakit dan karena Dia menyampaikan firman Tuhan layaknya Nabi Elia dan Elisa. Yesus sebenarnya bukan hanya Nabi, tetapi juga Raja, yang mengosongkan diri-Nya turun ke dunia untuk menjadi hamba dan sama dengan manusia (Flp. 2:6-7).

Kerendahhatian Kristus memberikan kita keselamatan kekal. Yesus tidak menyayangkan kedudukan-Nya yang mahatinggi sebagai Allah. Dia mau datang ke dunia untuk menjadi korban keselamatan sehingga manusia yang berdosa tidak binasa. Kristus datang menggantikan manusia yang sebetulnya layak menerima hukuman.

Sebagai anak-anak Allah yang sudah diselamatkan melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, marilah kita selalu memuliakan dan membesarkan Yesus sebagai Raja atas hidup kita. Mari tunjukkan ketaatan kita seperti Kristus Yesus yang mau taat sampai mati di atas kayu salib dengan selalu tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya.


Refleksi Diri:

  • Apa teladan kerendahhatian Yesus yang bisa Anda terapkan di dalam keseharian hidup Anda baik di rumah, tempat kerja ataupun gereja?
  • Apa bentuk komitmen mengenai ketaatan yang bisa Anda lakukan mulai hari ini?