Pil Doa
Kisah Para Rasul 1:12-14
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
- Kisah Para Rasul 1:14
Teolog Timothy Keller dalam bukunya Prayer, di bab awalnya menceritakan tentang dirinya dan doa. Ia mengatakan pada usia lima puluh, mulai menyadari bahwa pemahamannya tentang doa selama ini barulah di permukaan. Istrinya pernah memberikan ilustrasi doa kepadanya: Bayangkan kamu didiagnosis dengan kondisi yang sangat fatal, sampai-sampai dokter memberi tahu bahwa kamu akan meninggal dalam beberapa jam kalau tidak meminum sebutir pil setiap malam sebelum tidur. Kamu diingatkan supaya tidak mengabaikannya atau akan mati. Apakah kamu akan melupakannya? Tidak! Pengobatan itu akan menjadi sangat penting bagimu, sampai-sampai kamu akan selalu mengingatnya. Begitu juga kalau kita tidak berdoa bersama-sama kepada Tuhan, kita tidak akan mampu melakukannya karena beban dari semua yang kita hadapi saat ini.
Murid-murid dikatakan bertekun dalam doa, bukan untuk mengisi waktu luang, melainkan karena mereka tidak bisa hidup tanpa berdoa. Siapa saja mereka? Ada sebelas murid, ada perempuan-perempuan juga, ada Maria ibu Yesus, ada saudara-saudara Yesus yang pernah menolak-Nya, dan ada orang-orang lainnya. Bukan dikatakan 1-2 orang, mereka berjumlah 120 orang (Kis. 1:15), bersama-sama bertekun di dalam doa. Kata “bertekun” memiliki arti terus menerus atau mengabdikan. Jadi, mereka memang sungguh-sungguh punya waktu untuk berdoa, berkomitmen dan terus berdoa.
Apa isi doa mereka? Kita tidak tahu isi doa mereka setiap harinya. Mungkin mereka juga menyadari segala keterbatasan dan kelemahan mereka, sedangkan tugas yang diberikan begitu penting. Mereka mungkin berdoa untuk kekuatan sebab kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang pernah gagal, saat Tuhan Yesus menderita disalib.
Masihkah Anda berdoa dengan tekun, terus menerus? Tekanan dunia sangatlah berat, beban yang Anda tanggung setiap harinya bisa begitu sulitnya. Di dalam tekanan dan kesulitan, godaan untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan yang terbaik akan dilakukan oleh si jahat. Bukan hanya di dalam kondisi yang buruk, bahkan di dalam kondisi terbaik kita pun, berdoa adalah pil yang tidak bisa kita lupakan. Sebab dalam kondisi terbaik, si jahat bisa membuat kita terbuai dan tanpa terasa menyeret kita jauh dari kehendak Tuhan. Menghidupi iman di dalam dunia yang sudah jatuh ini, tidak bisa dengan kepintaran dan pengalaman kita, tetapi dengan berdoa, bersandar kepada Tuhan.
Refleksi Diri:
- Apa arti doa di dalam hidup Anda?
- Apa komitmen Anda untuk berdoa?
