Persepsi Yang Salah Tentang Allah
Lukas 24:13-35
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
- Lukas 24:25-26
Apa yang menyebabkan seseorang susah percaya kepada Tuhan? Tidak jarang disebabkan oleh persepsinya sendiri tentang siapa Tuhan. Seseorang yang punya konsep dan idenya sendiri tentang Allah, susah untuk menerima Injil karena Allah yang digambarkan dalam kebenaran Injil, tidaklah sesuai dengan persepsinya tentang Allah.
Inilah yang dialami oleh Kleopas dan temannya sehingga gagal menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan Yesus yang sudah bangkit. Sekalipun sudah mendengar kesaksian dari murid-murid lainnya bahwa Yesus sudah bangkit, mereka masih belum memercayai kebangkitan-Nya. Memang ironis! Mereka adalah murid yang sudah pernah mendengar tentang nubuatan kematian dan kebangkitan Sang Guru, Yesus Kristus. Mereka juga sudah mendengar kesaksian Maria dan beberapa wanita lain, bahkan Petrus, tetapi itu semua tidak cukup untuk membuat mereka menjadi percaya (ay. 22-24). Ada yang menghalangi mereka untuk mengenal Tuhan, dalam pengajaran-Nya maupun dalam perwujudan fisik-Nya yang saat itu ada di hadapan mereka.
Penghalang itu ialah persepsi yang salah tentang Tuhan. Kleopas dan temannya melihat Tuhan dari kacamata Mesias politik, yakni seorang pahlawan yang akan menghadirkan kedamaian bagi umat Israel lewat kemenangan di dunia perpolitikan. Mesias politik akan memimpin rakyat untuk melawan penjajah Romawi dan menghadirkan kedamaian (ay. 19-21).
Persepsi mereka berbeda dengan rencana Allah. Mesias sejati bukan datang untuk membebaskan Israel dari penjajahan. Dia datang untuk membebaskan umat manusia dari dosa. Mereka gagal memahami kebenaran ini. Karena itu, Tuhan menegur mereka sebagai orang bodoh karena sekalipun sudah ikut Tuhan dan mendengar ajaran-Nya selama beberapa tahun, mereka masih tidak mengerti mengapa Mesias perlu mati dan bangkit lagi (ay. 25-26).
Apa akar dari salah persepsi? Pengajaran yang salah yang fokus pada keuntungan pribadi, bukannya misi dan kepentingan Allah di dunia. Hari ini, ada banyak ajaran yang mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang baik jika Dia memberi hal-hal yang baik dalam hidup. Jika Allah mengizinkan hal-hal tidak baik terjadi dalam hidup kita, Dia bukanlah Tuhan yang baik. Berhati-hatilah, pengajaran sejati mengajarkan kita berfokus pada rencana Allah atas dunia dan umat manusia.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda memendam persepsi yang salah tentang Allah karena tidak seperti yang Anda pikirkan?
- Apa rencana besar Allah di balik hal-hal yang terjadi di dalam hidup Anda, yang tidak sesuai dengan harapan Anda?
