Perkataan Yang Penuh Kasih
Kolose 4:1-6
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
- Kolose 4:6
Studi psikologi modern menunjukkan bahwa kekerasan verbal (verbal abuse) memiliki dampak berbahaya yang setara dengan kekerasan fisik. Verbal abuse sangat memengaruhi psikologis seseorang, di antaranya menjadi tidak peka dengan perasaan orang lain dan perkembangan psikologinya terganggu. Ia juga bisa menjadi lebih agresif, mudah emosional, dan menjadi orang yang suka mencuri, berbohong, salah bergaul, dan prestasinya buruk.
Mari kita renungkan bersama dari sekian banyak perkataan yang kita ucapkan, seberapa banyak kata yang bersifat positif, membangun, memberi semangat, mengucap syukur dan hal-hal positif lainnya? Sebaliknya, berapa banyak perkataan yang mengandung makna negatif, umpatan, gosip, kata-kata kasar yang melukai orang lain? Perkataan menjadi penting karena bisa saja kita lupa apa yang kita ucapkan, tetapi orang lain belum tentu lupa apa yang ia dengarkan.
Firman Tuhan berkata, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, …” Setiap orang Kristen hendaklah berkata-kata dengan penuh kasih dan bukan kata-kata yang hambar, yakni yang sia-sia tanpa makna. Perkataan yang penuh kasih tentunya harus disertai dengan perbendaharaan kata-kata yang baik, yang berasal dari hati yang penuh kasih yang bersumber pada kebenaran firman Tuhan. Ada banyak ayat Alkitab yang menolong kita memiliki perbendaharaan kata yang baik, misalnya Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Setiap perkataan yang baik akan menghasilkan komunikasi yang baik dan komunikasi yang baik akan menghasilkan relasi yang baik.
Saudara terkasih, kesalahan terbesar kita bukanlah pada dosa tidak mengatakan, melainkan pada mengatakan yang tidak seharusnya dikatakan. Perkataan yang tidak bertangung jawab dapat melukai. Banyak relasi yang rusak akibat lidah, banyak kepercayaan yang hilang karena lidah, bahkan banyak respek yang mulai pudar karena lidah. Karena itu, setiap orang percaya haruslah menjaga perkataannya karena setiap perkataan yang penuh kasih dapat membawa setiap orang melihat Allah yang penuh kasih dan menjadi percaya kepada-Nya.
Refleksi Diri:
- Berapa banyak dalam satu hari, Anda mengucapkan perkataan yang penuh kasih atau perkataan yang hambar?
- Apa saja ayat-ayat firman Tuhan yang bisa Anda gunakan dalam berkata-kata dengan baik dan penuh kasih? Cari dan temukan minimal tiga ayat Alkitab.
