Perjalanan yang TIdak Bisa Berhenti
Lukas 9:22-27
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
- Lukas 9:23
Banyak perjalanan di dunia ini yang membuat orang-orang tidak merasa cukup kuat untuk menjalaninya. Seorang pemuda tidak tahan dengan tugas dan ujian kuliahnya, sampai-sampai memutuskan untuk berhenti kuliah. Seorang atlet yang sudah bertahun-tahun berlatih, mendapatkan tekanan untuk penampilan terbaiknya, sampai-sampai merasa lelah dan memutuskan mundur sebagai atlet. Juga tidak sedikit para pelayan Tuhan yang merasa pelayanannya begitu berat, bukan hanya tenaga, tetapi hati dan pikirannya terkuras, terluka, terlupakan, dan pada akhirnya memutuskan mundur dari pelayanan. Banyak perjalanan lainnya yang serupa dengan orang-orang ini. Namun, perjalanan yang seharusnya kita tidak pernah berhenti adalah perjalanan mengikut Tuhan Yesus.
Mengikut Tuhan Yesus bukanlah sekali-sekali, bukan juga ketika situasi atau mood lagi bagus saja. Mengikut Yesus adalah perjalanan seumur hidup, di situasi apa pun, dan artinya kita harus menyangkal diri dan memikul salib hari demi hari. Kita setiap hari akan berhadapan dengan tantangan, godaan, dan tekanan dunia. Sepertinya ini bukan perjalanan yang mudah untuk dijalani. Jujur, dengan kemampuan sendiri kita tidak akan mampu, dan Tuhan tahu itu. Puji syukur, ada janji penyertaan dari Tuhan kepada anak-anak-Nya yang setia dan tekun mengikuti-Nya, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:20b). Perjalanan panjang dan tidak bisa berhenti ini, bukanlah perjalanan seorang diri, tetapi perjalanan bersama dengan Tuhan.
Penyertaan Tuhan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk terus melangkah. Tanpa penyertaan-Nya, kita akan mudah menyerah dan jatuh. Namun, saat Tuhan berada di sisi kita, setiap tantangan menjadi kesempatan untuk melihat kuasa-Nya bekerja. Tidak ada janji bahwa perjalanan mengikut Tuhan Yesus akan mudah, tetapi janji-Nya adalah perjalanan ini akan penuh penyertaan Tuhan, tidak pernah ditinggalkan sedetik pun. Karena itu, teruslah berjalan untuk dibentuk oleh-Nya, menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Ini adalah perjalanan transformasi, di mana kita dibentuk menjadi serupa dengan Kristus. Setiap hari adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, kasih, dan ketaatan.
Refleksi Diri:
- Bagaimana perjalanan Anda mengikuti Tuhan Yesus sampai hari ini? Apakah Anda merasakan penyertaan penuh dari-Nya?
- Apa yang mau Anda lakukan supaya tetap hidup menyangkal diri dan memikul salib di sepanjang perjalanan hidup bersama Kristus?
