Pergaulan Yang Memengaruhi Hidup
Amsal 13:13-21
Siapa bergaul (howlek) dengan orang bijak (et-ḥakhamim) menjadi bijak (yekhkam), tetapi siapa berteman (ve-ro‘eh) dengan orang bebal (kesilim) menjadi malang (yēroa‘).
- Amsal 13:20
Sadar atau tidak, dengan siapa kita bergaul akan berpengaruh pada cara berpikir dan cara hidup kita. Alkitab pun menegaskannya, “Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya” (Ams. 27:17).
Dalam teologi, dikenal istilah communio sanctorum, yaitu suatu wadah persekutuan orang kudus yang bisa membuat cara berpikir kita dipertajam dan membawa kematangan rohani yang nyata yang ditunjukkan melalui pengendalian diri. Sebaliknya, pergaulan dengan orang yang tidak menghargai Tuhan akan berdampak buruk bagi kebiasaan, karakter dan tujuan hidup kita (ay. 20-21).
Kata kunci dari ayat emas dalam bahasa Ibrani bisa kita uraikan kata per kata demikian: howlek artinya berjalan dalam konteks gaya hidup (he who walks). Lalu et-ḥakhamim artinya bersama orang-orang bijak dan yekhkam yang artinya akan menjadi bijak. Bagian kedua ayat tersebut terdiri dari kata ve-ro‘eh artinya dan yang berteman atau menggembalakan diri dengan. Lalu kesilim artinya orang-orang bebal (bodoh secara moral) dan yēroa‘ yang artinya akan mengalami kerusakan, kecelakaan atau kehancuran. Semua kata kerja di ayat emas memakai grammar qal participle yang menunjukkan kebiasaan yang terulang terusmenerus. Namun, kata kerja yang terakhir, yaitu yeroa memakai grammar kata kerja niphal imperfect yang menunjukkan aksi refleksif berkelanjutan, yakni yang terjadi pada diri sendiri akibat tindakan yang pernah dilakukan.
Jadi, secara utuh ayat emas bisa diartikan orang yang berjalan terus-menerus bersama orang-orang bijak akan menjadi bijak, sementara orang yang berteman atau sengaja dengan sadar membawa dirinya ke lingkungan orang-orang bebal akan mengalami kerusakan atau kehancuran. Ayat ini mengingatkan bahwa kita harus bijak dengan siapa kita bergaul, bukan mengajak kita mengasingkan diri dari pergaulan. Kancah hidup kita penuh dengan pernakpernik berbagai macam karakter orang. Tuhan menempatkan kita di sana untuk membawa pengaruh baik, bukan sebaliknya pengaruh buruk dari dunia sekitar yang merambah menjadi racun dalam hidup kita.
Sobat terkasih, mari bijak dalam pergaulan dan juga dalam memilih sahabat yang baik. Efek dari pergaulan sangat jelas bagi hidup kita. Bergaul harus bijak, bersahabat harus jeli memilih sahabat. Hindari persahabatan yang ternyata justru membawa kehancuran hidup kita.
Refleksi Diri:
- Di mana dan dengan siapa biasanya Anda bergaul? Apakah lingkungan pergaulan Anda membawa pengaruh yang baik atau buruk bagi diri Anda?
- Apa yang ingin Anda lakukan untuk membawa pengaruh yang baik di lingkungan pergaulan Anda?
