Percaya Dalam Situasi Terburuk
Yohanes 2:1-11
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
- Yohanes 2:11
Apa yang Yesus lakukan di pesta pernikahan di Kana telah dibaca dalam rentang dua ribu tahun. Entah sudah berapa miliar orang yang membacanya dan akan selalu tercatat bahwa Yesus melakukan hal yang menakjubkan, sekalipun kalau kita renungkan, apa yang Dia perintahkan, yaitu mengisi tempayan-tempayan pembasuhan dengan air tidaklah masuk logika. Mempelai pria pun tidak memahami mengapa anggur yang baik itu bisa tersedia terus. Yesus bekerja dengan cara dan kuasa-Nya.
Ketika permasalahan di pesta itu terpecahkan, kita kemudian melihat kisah ini ditutup dengan kalimat: Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Apa yang telah Yesus lakukan untuk pertama kalinya adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah. Bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa dan murid-murid percaya kepada-Nya sebab mereka telah menyaksikan sendiri sesuatu yang luar biasa terjadi. Namun, mungkin dalam banyak hal dalam kehidupan, kita tidak melihat apa yang Yesus lakukan di tengah-tengah pergumulan kita, bukan? Seolah-olah kita sedang bergumul dan berjuang sendirian, bahkan titik terang itu tidak muncul-muncul.
Timothy Keller pernah menulis demikian: Yesus duduk di tengah sukacita pesta nikah menanti penderitaan yang akan tiba, agar pada hari ini Anda dan saya yang percaya pada Dia bisa duduk di tengah penderitaan dunia menanti sukacita yang akan tiba. Apa yang Yesus lakukan dengan memberikan diri-Nya untuk keselamatan kita, cukup membuat kita tetap memercayai-Nya dalam situasi terburuk sekalipun, sebab yang terburuk sudah Yesus tanggung supaya kita tidak harus menanggungnya.
Kisah perkawinan di Kana dapat kita pandang sebagai karya kasih karunia Kristus sebab Yesus menyediakan bagi orang-orang, apa yang tidak dapat mereka sediakan sendiri. Ini merupakan definisi kasih karunia yang sebenarnya. Kita memahaminya bahwa Yesus telah memberikan apa yang tidak dapat diberikan oleh manusia mana pun, yaitu diri-Nya sendiri untuk penebusan dan keselamatan kita. Pesta pernikahan di Kana mengingatkan akan kasih karunia Tuhan yang begitu besar di dalam hidup kita.
Refleksi Diri:
- Apa kesulitan yang sedang Anda hadapi hari ini? Bagaimana Anda menghadapinya?
- Apakah Anda percaya ada penyertaan Tuhan di tengah keadaan yang tidak ideal tersebut?
