Percaya Akan Pemeliharaan Tuhan
Matius 6:31-33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
- Matius 6:33
Banyak orang hidup dalam tekanan—khawatir akan masa depan, keuangan, kesehatan, bahkan hal sehari-hari seperti makanan dan pakaian. Dalam Matius 6:31-33, Yesus mengajarkan kepada kita sebuah kebenaran penting tentang kepercayaan kepada Allah dan prioritas hidup yang benar.
Perikop bacaan hari ini merupakan bagian dari Khotbah di Bukit, sebuah pengajaran Yesus yang sangat terkenal dan mendalam. Dalam bagian ini, Yesus mengajarkan tentang kepercayaan kepada Allah dalam hal kebutuhan hidup sehari-hari. Dia menasihati para pendengar-Nya agar tidak khawatir tentang makanan, minuman ataupun pakaian karena Bapa di surga tahu semua kebutuhan mereka. Sebagai gantinya, Yesus mengajak mereka untuk mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenarannya dengan janji bahwa segala kebutuhan akan ditambahkan kepada mereka. Apa saja kebenaran yang Yesus sampaikan?
Pertama, Allah tahu dan peduli akan kebutuhan kita (ay. 31-32). Yesus tidak sedang berkata bahwa makanan, minuman, dan pakaian itu tidak penting. Dia tahu semua itu kebutuhan dasar manusia. Yesus sebetulnya sedang menegur kekhawatiran berlebihan yang menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada Bapa yang memelihara. Dia membandingkan kita dengan bangsa-bangsa lain (orang yang tidak mengenal Allah). Kekhawatiran mereka adalah wajar karena mereka tidak punya siapa-siapa untuk bergantung. Berbeda dengan kita yang mempunyai Bapa Surgawi yang tahu apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya (Mat. 6:8).
Kedua, prioritaskan kerajaan Allah maka Tuhan akan menyediakan (ay. 33). Yesus tidak hanya menyuruh kita untuk jangan khawatir, tetapi memberikan fokus yang baru, yakni cari Kerajaan Allah terlebih dulu. Ini bukan sekadar tentang doa atau pelayanan di gereja, tetapi tentang menjadikan Tuhan pusat dalam segala aspek kehidupan kita—pekerjaan, keputusan, relasi, dan waktu kita. Saat kita mengutamakan Kerajaan Allah, Tuhan akan mengatur kebutuhan kita. Prinsipnya adalah prioritas rohani mendatangkan pemeliharaan jasmani.
Tuliskan hal-hal yang sering membuat Anda khawatir, doakan satu per satu, serahkan kepada Tuhan dan minta penguatan iman. Evaluasi prioritas hidup Anda, apakah Anda lebih fokus pada kebutuhan duniawi atau pertumbuhan rohani? Apakah Tuhan menjadi pusat hidup Anda? Mulailah hari dengan doa dan pembacaan firman, bukan langsung dengan berita atau media sosial. Berikan prioritas spiritual Anda sejak pagi hari.
Refleksi diri:
- Apa saja kekhawatiran Anda saat ini yang perlu diserahkan kepada Tuhan? Apakah Anda lebih fokus pada kebutuhan jasmani daripada mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu?
- Bagaimana Anda bisa mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dalam keputusan sehari-hari? Adakah perubahan konkret yang perlu Anda lakukan mengenai gaya hidup, prioritas atau cara Anda mengelola waktu dan sumber daya?
