Bagikan artikel ini :

Pengharapan Yang Tidak Pernah Mengecewakan

Roma 5:1-11

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
- Roma 5:5

Manusia tidak pernah luput dari perasaan kecewa dalam hidup. Setiap kita pasti pernah mengalami kekecewaan. Mungkin kita berharap mendapat pekerjaan impian, tetapi justru mendapatkan penolakan, berharap hubungan akan berakhir bahagia, tetapi justru berakhir dengan perpisahan atau berharap kondisi kesehatan membaik, tetapi malah bertambah parah. Berbagai pengalaman yang mengecewakan tersebut kemudian membuat kita tidak berani lagi memiliki pengharapan.

Rasul Paulus di ayat emas membuat suatu pernyataan yang berani, yaitu “pengharapan tidak mengecewakan”. Bagaimana mungkin? Apakah Paulus tidak pernah mengalami kekecewaan? Justru sebaliknya, ia menulis surat Roma dari dalam penjara setelah mengalami berbagai penderitaan dan tantangan karena pelayanannya. Jadi, apa maksud Paulus mengatakan demikian?

Di ayat sebelumnya, Paulus baru saja menjelaskan bahwa “kesengsaran (penderitaan) menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan” (ay. 3-4). Pengharapan tumbuh saat kita tekun menghadapi penderitaan, bukannya malah melarikan diri dari penderitaan. Pengharapan seperti ini tidak bergantung pada situasi atau orang, tetapi berakar pada kasih Allah yang tidak pernah berubah.

Perbedaan mendasar antara pengharapan dunia dengan pengharapan Kristen terletak pada fondasinya. Pengharapan dunia berfondasi pada keadaan, kemampuan manusia atau hal-hal yang bisa berubah. Sementara pengharapan Kristen berfondasi pada kasih Allah yang sudah “dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (ay. 5b). Kata “dicurahkan” dalam bahasa aslinya berarti dituangkan dengan berlimpah seperti air terjun. Kasih Allah bukanlah sesuatu yang kita rasakan sesekali, tetapi diberikan secara berlimpah dan ditanamkan secara permanen dalam hati setiap orang percaya melalui Roh Kudus. Inilah mengapa pengharapan Kristen tidak pernah mengecewakan karena berfondasi bukan pada hal-hal yang sementara dan gampang berubah, tetapi pada kasih Allah yang kekal dan tidak berubah.

Ketika mimpi kita hancur, Tuhan masih mengasihi kita. Ketika rencana kita gagal, kasihNya tetap setia. Ketika orang-orang mengecewakan kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Pengharapan dari Tuhan tidak pernah mengecewakan karena tidak tergantung pada usaha kita atau keadaan di sekitar kita, melainkan pada janji Allah yang sudah digenapi di dalam Kristus.


Refleksi Diri:

  • Apakah pengharapan Anda lebih sering tertuju pada hal-hal duniawi atau pada kasih Allah yang kekal?
  • Bagaimana Anda dapat menguatkan pengharapan Anda pada saat keadaan tampak tidak mendukung?